Skip to content

IPC Beri Dukungan Fasilitas, Permudah Evakuasi Korban Sriwijaya Air

Seperti diinformasikan oleh banyak media, salah satu pesawat maskapi nasional, Sriwijaya Air bernomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta (Cengkareng) – Pontianak (PNK) hilang kontak pada hari Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB. di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. Pesawat itu mengangkut 62 jiwa, dengan rincian, 6 kru aktif plus 56 penumpang yang terdiri dari 46 penumpang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak dan diduga jatuh di posisi 11 mil laut di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan saat mau menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Dan berturut turut mulai hari Sabtu (9/1) hingga saat ini sudah dilakukan operasi pencarian oleh instansi berwenang, mulai dari Basarnas, Korps Kepolisian Air dan Udara-POLRI, Angkatan Laut RI/Marinir, termasuk instansi sipil, juga turut serta terlibat langsung atau tidak dalam evakuasi pesawat terbang termasuk korban penumpang di dalamnya.

Sama halnya dengan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC yang juga terus memberikan dukungan dalam pencarian korban Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beserta jajarannya turut meninjau langsung aktivitas di posko evakuasi yang terletak di Dermaga ex JICT II Pelabuhan Tanjung Priok pada Selasa (12/1) sore.  

“Kami terus mendukung upaya evakuasi korban Sriwijaya Air, salah satunya dengan melengkapi fasilitas posko evakuasi supaya segenap tim gabungan yang bertugas dapat bekerja dengan optimal dan terjamin kebersihannya,” ujar Ari Santoso, EVP Sekretariat Perusahaan IPC. 

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Di posko evakuasi yang didirikan sejak Sabtu (09/01) ini, IPC telah menyediakan area parkir yang cukup luas, tenda VIP yang lengkap dengan meja dan kursi, toilet dan wastafel portable, ketersediaan listrik, lampu, fasilitas air bersih, mushola dan pengamanan. Tepat di bibir dermaga yang menjadi lokasi sandar kapal dalam melakukan evakuasi juga telah dipasangi garis pembatas atau police line untuk memudahkan proses evakuasi tim SAR.