Pelabuhan Tianjin yang merupakan pelabuhan terbesar kesembilan di dunia, dari sisi volume (throughput), tetap beroperasi normal, kendati ditemukan ada 31 kasus virus corona termasuk varian Omicron yang dikonfirmasi terdeteksi di kota tersebut pada awal minggu ini. Padahal, China menetapkan kebijakan ketat dimana jika ada kasus infeksi virus, Pelabuhan akan ditutup total.
Salah satu perwakilan dari Tianjin Port Group mengungkapkan kepada Global Times pada Senin, “Mengikuti perintah dari pemerintah kota Tianjin untuk menguji massal 14 juta penduduknya, kami telah melakukan tes kepada 4.920 karyawan pada hari Minggu lalu. Prioritas pekerjaan kami adalah memastikan pasokan untuk Beijing Winter Games dan kebutuhan sehari-hari, termasuk minyak mentah, gas alam, serta biji-bijian dan semua perusahaan dermaga beroperasi secara normal.”.
You Jin, salah seorang manajer urusan kepabeanan di Tianjin Yongcheng Shijia International Forwarders Co, mengatakan kepada Global Times pada hari Senin aktivitas di bea cukai setempat juga tetap berjalan normal.
Tianjin China Utara merupakan gerbang laut di Wilayah Beijing-Tianjin-Hebei, pelabuhan penting untuk perdagangan Eurasia, dan terletak di lokasi utama Belt and Road Initiative. Menangani barang yang datang dari 800 lebih pelabuhan global melalui 130 rute pengiriman peti kemas, Pelabuhan Tianjin memainkan peran kunci dalam memfasilitasi logistik di Wilayah Beijing-Tianjin-Hebei, Cina tengah dan barat.
Pada tahun 2020, throughput kargo Pelabuhan Tianjin mencapai 435 juta ton, menempati peringkat kesembilan di seluruh dunia. Throughput peti kemas mencapai 18,35 juta peti kemas standar, menempati peringkat kedelapan global.
Zhang Boli, anggota kelompok ahli pimpinan pusat tanggap wabah virus corona sekaligus guru besar di Tianjin University of Traditional Chinese Medicine mengatakan bahwa wabah virus terbaru menjadikan Port Tianjin mennjadi yang peetama di China yang mengalami penularan komunitas lokal varian Omicron. “Kasus ini menandai pertempuran skala besar pertama China melawan Omicron, pencegahan dan pengobatannya akan memberikan pengalaman berharga bagi daerah lainnya”, ungkapnya.
Menurut laporan Global Times, pasar grosir besar yang menjual sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian di distrik Jinnan di kota itu merupakan wilayah yang melaporkan sebagian besar kasus dan masih beroperasi pada hari Senin namun toko online-nya ditutup.
Cong Yi, seorang profesor di Tianjin University of Finance and Economics, mengatakan kepada Global Times, “Sejauh ini, gejolak belum berdampak besar pada industri manufaktur lanjutan lokal, karena hanya kawasan perumahan saja yang berada di bawah kendali ketat. Namun, sektor jasa termasuk katering, pariwisata, dan perusahaan hiburan akan terkena dampaknya, dan dampak buruk ini dapat berlangsung hingga periode Tahun Baru Imlek”.
LG mengatakan kepada Global Times pada hari Senin bahwa kasus tersebut tidak berdampak pada pabriknya di Tianjin.
Airbus mengatakan perusahaannya secara aktif mendukung langkah-langkah pemerintah dalam pencegahan dan pengendalian virus, serta akan mencoba yang terbaik untuk memastikan produksi normal dengan tujuan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan karyawan.
Cong menambahkan, “Tantangan terbesar wabah Tianjin adalah Beijing Winter Games dan kunci untuk menahan virus dengan cepat adalah dengan membatasi mobilitas warga. Otoritas lokal di Tianjin bereaksi tepat waktu dengan dukungan aktif dari warga sehingga dapat diperkirakan situasi akan membaik setelah setengah bulan.”
Sumber: Global Times

