Kebakaran di Depot Chittagong akhirnya dapat dipadamkan pada 7 Juni siang hari waktu setempat, sekitar 61 jam setelah kebakaran terjadi pada 4 Juni pukul 21.00 waktu setempat.
Petugas pemadam kebakaran menemukan dua jenazah lagi yang menambah jumlah korban tewas menjadi 43 orang dari insiden kebakaran di BM Container Depot Ltd, yang terletak sekitar 40 kilometer dari kota Pelabuhan Chittagong.
“Api sudah bisa dikendalikan sepenuhnya. Tidak ada kemungkinan meluasnya api,” tegas Letkol Ariful Islam Himel.
Sekitar 200 orang militer membantu petugas pemadam kebakaran dalam memadamkan salah satu insiden kebakaran terbesar dalam sejarah Bangladesh.
Letnan Kolonel Ariful Islam Himel mengatakan depot ini memiliki lebih dari 105.000 m² area di mana lebih dari 4.000 kontainer disimpan, beberapa memiliki bahan kimia berbahaya, sehingga butuh waktu berjam-jam untuk mengendalikan api.
Ada 27 peti kemas berisi bahan kimia di depot dan satu meledak pada pukul 11 malam pada Sabtu (4 Juni) malam menewaskan banyak orang di tempat dengan beberapa ratus orang menderita luka bakar. Bahan kimia dalam 15 peti kemas menghilang karena terbakar selama tiga hari terakhir.
Wakil direktur divisi pemadam kebakaran Chittagong, Anisur Rahman mengatakan meskipun kotak-kotak berisi bahan kimia ini sekarang telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman, risiko insiden lebih lanjut tetap ada karena masih panas.
Sementara itu, otoritas pabean Chittagong mengeluarkan pemberitahuan massal pada 7 Juni, mendesak semua pengirim untuk mengambil pengiriman kontainer impor tepat waktu, 30 hari dari pelabuhan dan 21 hari dari bandara. Jika tidak, ia mengancam akan mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan peraturan kepabeanan yang bersangkutan.
Sementara itu, Departemen Lingkungan Hidup mengatakan depot telah menyimpan hidrogen peroksida tanpa izin dari pihak yang berwenang. Untuk mendapatkan persetujuan departemen lingkungan untuk menyimpan bahan kimia, fasilitas harus memiliki izin dari dinas kebakaran dan departemen bahan peledak.

