Skip to content

Hapag-Lloyd Juga Cetak Record Pendapatan dan Keuntungan

Seperti kinerja luar biasa yang dinikmati oleh beberapa perusahaan pelayaran global lainnya, Hapag-Lloyd juga baru saja melaporkan kinerja keuangan yang luar biasa untuk tahun 2021. Juga bikin rekor, hampir sama dengan pelayaran yang lainnya. Fakta lainnya, hampir semua pelayaran, termasuk Hapag-Lloyd, mencetak trend peningkatan dari triwulan 1 hingga triwulan 4 (Q1-Q4), dengan Q4 memiliki pertumbuhan tertinggi.

Dalam laporannya, Hapag-Lloyd mengungkapkan sejumlah faktor kunci yang mendorong rekor kinerja keuangan tersebut. “Faktor utama dari perkembangan bisnis yang positif ini adalah kenaikan tarif angkutan (freight rate) yang signifikan akibat permintaan yang sangat kuat untuk barang-barang yang diekspor dari Asia.”

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Kendati biaya operasional juga meningkat tajam sebagai dampak dari chaos rantai pasok karena kongesti di sejunlah Pelabuhan global, khususnya di AS dan Eropa, namun pendapatan yang tinggi dari freight rate tetap memberikan keuntungan bersih yang besar bagi pelayaran terbesar ke-5 global ini.

“Memang, pada saat yang sama, gangguan besar dalam rantai pasok global telah menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam biaya transportasi. Namun, perusahaan tetap mendapatkan keuntungan yang fantastis, yang tidak pernah dialami sebelumnya,” kata Hapag-Lloyd dalam pernyataannya.

Untuk setahun penuh, Hapag-Lloyd melaporkan peningkatan revenue sebesar 80%. Pada Q4 saja, pendapatan Hapag-Lloyd USD 8,4 miliar, yang Sebagian besar dipicu oleh kenaikan freight rate pada kuartal tersebut yang luar biasa. Bahkan angka ini sudah lebih dari 30% pendapatan tahunan yang mencapai USD 26,4 miliar pada 2021.

Revenue yang besar ini mendongkrak keuntungan perusahaan ini. Dalam laporannya, EBITDA Hapag-Lloyd pada 2021 mencapai USD 12,8 miliar. EBITDA pada Q4 sendiri mencapai USD 4,7 miliar. Padahal volume pada Q4 mengalami penurunan 6,5% dibanding tahun sebelumnya (Q4 2020).

Bagaimana dengan tahun ini (2022)? Melihat kinerja industry shipping pada hampir 2 bulan pertama (Januari-Februari), Hapag-Lloyd optimis mampu mempertahankan kinerja keuangan yang luar biasa sebagaimana tahun lalu.

Sebelumnya, Maersk juga melaporakan record pendapatan sebsar USD 61,8 miliar dan EBITDA USD 24 miliar. Sesuatu yang tidak pernah dialami industry pelayaran dalam sejarahnya. Bahkan Maersk juga menjadi perusahaan dengan pendapatan terbesar di negaranya, Denmark..

Hapag-Lloyd dan Maersk, beberapa perusahaan pelayaran di Asia, termasuk  COSCO, OOCL, dan Ocean Network Express (ONE), juga merilis hasil yang luar biasa. Juga menciptakan record dalam sejarahnya. OOCL, misalnya, mengungkapkan kendati pelabuhan mengalami kemacetan, perusahaan telah mencapai rekor pendapatan dan hasil yang kuat pada kuartal keempat. Sementara ONE melaporkan hasil pada kuartal terakhir tahun fiskal dimana terdapat peningkatan laba sebanyak lebih dari 400% menjadi USD 4,9 miliar. Mereka juga meningkatkan perkiraan pendapatannya menjadi USD 15,4 miliar untuk setahun penuh.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Seluruh perusahaan utama melaporkan bahwa kemacetan pelabuhan berdampak pada volume, namun pada saat yang sama permintaan dan kemacetan terus mendorong tarif yang menghasilkan siklus arus yang luar biasa untuk industri.