Setelah lima tahun ditutup akibat penurunan pesanan kapal baru, Hyundai Heavy Industries (HHI) telah membuka kembali galangan kapal yang terletak di kota pelabuhan barat daya Gunsan dua bulan lebih cepat dari jadwal semula yaitu Januari 2023, membantu galangan kapal untuk mengakomodasi lonjakan pesanan pembutaan kapal baru.
Perdana Menteri Korea Selatan Han Duck-soo yang memimpin acara tersebut berkomitmen kepada pemerintah untuk terus mendukung daya saing galangan kapal dan menciptakan potensi pertumbuhan bagi galangan kapal negara tersebut.
“Pembukaan kembali galangan kapal Gunsan akan semakin meningkatkan pangsa global kami yang luar biasa dari kapal bernilai tambah tinggi dan ramah lingkungan,” ungkap Han, menambahkan bahwa dimulainya kembali operasi di galangan kapal juga diharapkan dapat menghasilkan USD 1,6 miliar setiap tahunnya dan turut meningkatkan ekonomi di Gunsan dan di sekitar Provinsi Jeolla.
Setelah menginvestasikan USD 1 miliar untuk membangun galangan kapal Gunsan di atas lahan seluas 450 hektar pada tahun 2010, HHI menutup fasilitas tersebut pada tahun 2017. Pada saat penutupannya, galangan kapal memiliki 650 tenaga kerja.
Pada bulan Februari tahun ini, HHI menandatangani perjanjian dengan pemerintah provinsi Jeolla Utara dan pemerintah kota Gunsan untuk memfasilitasi pembukaan kembali galangan kapal Gunsan. Perusahaan berkomitmen untuk mempekerjakan 750 pekerja untuk memproduksi 100.000 ton blok kapal kontainer besar setiap tahunnya mulai tahun 2023.
Galangan kapal Korea Selatan – dipimpin oleh Korea Shipbuilding & Offshore Engineering Co. (KSOE), perusahaan induk HHI – terus memimpin dalam memenangkan pesanan pembuatan kapal baru global, yang telah menghasilkan lonjakan signifikan dalam backlog pesanan.
KSOE, yang pendapatan kuartal ketiganya meningkat 64% menjadi USD 222 juta, tahun ini telah memperoleh pesanan senilai USD 22,1 miliar untuk 186 kapal, atau 127% dari target pesanan tahunannya sebesar USD 17.4 miliar.
Data Clarkson Research Service menunjukkan bahwa dalam sembilan bulan pertama tahun ini, galangan kapal Korea Selatan menerima 13,2 juta kompensasi gross ton (CGT) dalam pesanan baru, atau 44% dari total pesanan global.
Selama periode tersebut, backlog pesanan galangan kapal negara itu mencapai 36 juta CGT, terhitung 35% dari total pesanan global. Hanya China yang memiliki backlog yang lebih besar pada 43,3 juta CGT, terhitung 42% dari keseluruhan.
Korea Selatan ingin meningkatkan pangsa pasar pembuatan kapal globalnya menjadi 75% pada tahun 2030. Pemerintahnya berharap untuk mencapai dominasi dalam industri yang sangat kompetitif dengan meningkatkan teknologi untuk kapal rendah karbon dan mempersiapkan era kapal nol-karbon, termasuk kapal bertenaga hidrogen dan amonia.
