Women in Maritime Association Indonesia (WIMA INA) memperingati International Day for Women in Maritime tahun ini yang jatuh pada tanggal 18 Mei 2022 dengan sejumlah kegiatan, termasuk sharing session dan aksi sosial donor darah.
Kegiatan, khususnya sharing session, yang terselenggara atas kerja sama dengan Mutiara Pelindo dan IPC TPK sangat menginsipirasi. Bertema “Caring & Sharing Indonesia Women in Maritime” dan bertempat di Museum Maritim Indonesia Jakarta, acara ini menghadirkan lima pembicara dan diikuti oleh 50 wanita perwakilan dari anggota WIMA INA, Mutiara Pelindo, Kemenhub, Kemenkomarves dan anak perusahaan PT Pelindo.
Kelima Wanita Tangguh Maritim sebagai pepmbicara yakni Dini Novitasari sebagai Marine Inspector Kemenhub, Nany Leni M. Sinaga sebagai Pandu Kapal, Lintang Tyafika Putri sebagai Operator RTG di Terminal Teluk Lamong, Maryati Sinaga sebagai Planner di JICT dan Yusida M. Palesang sebagai salah satu Kartini Tangguh di Pelindo Regional 4.
Dalam sharing tersebut, kelima Wanita Tangguh membagi pengalaman yang sangat inspiratif dan suka duka menjalankan tugas pada dunia yang begitu maskulin, yang didominasi oleh kaum pria. Pengalaman-pengalaman kelimanya menegasikan stigama bahwa pekerjaan mereka hanya bisa dijalankan kaum pria.

Sebelum Kelima Wanita Tangguh ini membagi pengalaman riil mereka, Ketua Umum WIMA INA Chandra Motik mengatakan, dalam memperingati International Day for Women in Maritime, WIMA INA ingin mendorong peningkatan peran perempuan dalam dunia maritim. Membagi hal yang insipratif melalui sharing pengalaman riil dari wanita-wanita tangguh ini di bidang maritim diharapkan menjadi sesuatu yang bisa mendorong perwujutan cita-cita WIMA INA tersebut.
“Di moment yang baru pertama kali diperingati ini, International Day for Women in Maritime, WIMA INA ingin memberikan inspirasi dari wanita-wanita tangguh di bidang maritim, dengan melakukan sharing session kepada 50 wanita hebat dengan latar belakang dari berbagai sektor yang bergerak di bidang maritim,” kata Chandra Motik dalam sharing session tersebut.
Chandra Motik, yang juga merupakan pakar kelautan dan kemaritiman yang sangat langka di Indonesia, dikenal sangat aktif menggaungkan kepada pemerintah dan masyarakat agar bangsa Indonesia kembali ke laut dan membangun budaya maritime demi mewujudkan Indonesia sebagai negara maritime.
“Kami bangga kepada para wanita tangguh maritime yang memberikan sumbangsih besar dalam karyanya di bidang masing-masing, semoga para peserta yang hadir dapat terinspirasi dan semakin bersemangat dalam berkarya di bidang Maritim untuk Indonesia,” tambah Chandra Motik.
Hal senada disampaikan Carmelita Hartoto, Ketua Umum DPP INSA sekaligus Wakil Ketua Umum WIMA INA. Meme (panggilan akrab Carmelita) mengungkapkan apresiasinya terhadap kelima pembicara dan para wanita-wanita maritim hebat dan tangguh lainnya yang hadir di acara tersebut. Menurutnya, semua sangat membanggakan Indonesia dan tentu saja para kaum wanita Indonesia, khususnya yang bergelut di dunia kemaritiman.

“Keahlian dan kemampuan para wanita-wanita hebat di dunia maritim yang hadir disini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa dan sangat membanggakan, semoga kedepannya akan ada lagi kegiatan yang bisa memberikan dan menunjukkan bagaimana perempuan dan perannya di dalam dunia maritime sehingga nantinya dapat mewujudkan jaringan ekosistem maritime nasional melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas perempuan. Kami di WIMA tidak hanya meningkatkan kuantitas anggotanya, tetapi kualitasnya juga,” jelasnya.
Dia berharap para Kartini Tangguh yang telah menempati posisi strategis agar banyak men-support dan merangkul yang lainnya sesama Kaum Perempuan untuk dapat mengikuti jejaknya. Ia juga berharap WIMA INA ini terus bergema dengan didukung oleh semua elemen Perempuan tangguh di berbagai tempat di sector maritime.
Dessy Emastari, sebagai Group Head Pengelolaan SDM yang mewakili Direksi Pelindo mengatakan, bahwa kiprah kaum kartini, di Pelindo mempunyai wadah yang disebut Mutiara Pelindo. Yang mana visi dan misinya adalah menciptakan daya saing dan keseimbangan peran perempuan dalam ekosistem maritime terintegrasi dan berkelas dunia.
“Tentang kiprah dan kesempatan untuk berkarya, manajemen Pelindo tengah mentargetkan sekitar 15 persen jabatan strategis yang akan diisi oleh kaum perempuan. Saat ini sudah sekitar 11 persen jabatan itu telah diisi oleh Kaum Perempuan,” ungkap Dessy.
Sharing session yang dipandu Yanti Agustinova, seorang Kartini Tangguh yang juga Penggiat Kemaritiman dan tak asing lagi di Pelabuhan Tanjung Priok, berjalan lancar di akhiri dengan foto bersama.
Selain menggelar “Caring & Sharing Indonesia Women in Maritime”, juga ditandai dengan pelaksanaan kegiatan donor darah dengan 100 peserta yang bekerjasama dengan PMI, dengan tujuan untuk mewujudkan sikap peduli dan sukarela dalam membantu sesama yang membutuhkan.
Apresiasi Pemerintah
Hadir dalam acara tersebut, PLT Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Kepala Syahbandar Pelabuhan Tanjung Priok, perwakilan Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok dan Direksi PT Pelabuhan Indonesia.
PLT Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Capt. Mugen S. Suprihatin mengapresiasi keberadaan WIMA INA, yang sudah sering melaksanakan berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas para wanita-wanita Indonesia melalui berbagai kegiatan yang sifatnya membangun dan meningkatkan industri maritim terutama di Indonesia.

Seperti kegiatan donor darah yang dilaksanakan hari ini, merupakan kegiatan sosial yang sangat bermakna, oleh sebab itu mewakili Direktorat Perhubungan Laut, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan juga keberadaan WIMA INA yang didalamnya bergabung wanita-wanita yang hebat dan tangguh, yang bisa setara dengan kaum adam untuk bersama-sama berkarya di dunia kemaritiman, memajukan industri maritim Indonesia,” kata Capt. Mugen dalam sambutannya di acara Caring and Sharing Women in Maritime 2022 tersebut.
Jadi, lanjut Capt. Mugen, ada ruang keseteraan untuk berprestasi bagi kaum perempuan di dunia maritime dan tidak ada sekat lagi antara laki-laki dan perempuan dalam bersama-sama berkiprah di dunia maritime.
“Selamat melaksanakan sharing session, kami menunggu hasil sumbang buah pikiran dari acara ini, untuk disampaikan kepada kami sebagai regulator, akan kami pelajari sebagai masukan, siapa tahu bisa kita implementasikan bersama untuk kemajuan dan perkembangan dunia kemaritiman di Indonesia atau bisa jadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan pembangunan sector maritime kedepannya,” imbuh Capt. Mugen.

