Skip to content

Pelabuhan Chittagong Merilis Kapal Peti Kemas Hapag-Lloyd Setelah Pembayaran Sebesar USD 364,000

  • by

Sebuah kapal kontainer yang disewa oleh Hapag Lloyd dibebaskan dari pelabuhan Chittagong setelah L&B Hansa Feederschiffe GmbH & Co KG, pemilik kapal, membayar sebesar USD 364.000 untuk kecelakaan di mana kapal tersebut menabrak dan merusak gantry crane saat berlabuh di dermaga pelabuhan .

Kapal berkapasitas 1.718 TEU tersebut tetap ditahan oleh otoritas pelabuhan selama 36 hari karena keterlambatan dalam menilai kerusakan dan kerugian yang terjadi derta kasus pengadilan. Selama ditahan kapal peti kemas ini mengalami kerugian sebesar USD 20.000 per harinya.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Hapag-Lloyd mengerahkan kapal berbendera Liberia yakni Hansa Rendsburg di jalur Chittagong-Colombo pada September untuk memutus ketergantungannya terhadap kapal pengumpan lainnya.

Kapal dalam perjalanan perdananya tiba di pelabuhan luar Chittagong pada 27 September dan berlabuh di New Mooring Container Terminal (NCT) pada hari berikutnya. Saat berlabuh di dermaga lima NCT, kapal menabrak dan merusak sedikit gantry crane dermaga dengan pilot dari pelabuhan Chittagong yang mengemudikan kapal.

Pada 20 Oktober, Kepala Insinyur Otoritas Pelabuhan, Aminul Islam, meminta pemilik kapal membayar sebesar USD 364.000 juta untuk kerusakan yang terjadi. Kemudian, L&B Hansa Feederschiffe GmbH mengajukan kasus terhadap klaim pelabuhan, tetapi Pengadilan Tinggi memberikan putusan yang mendukung pelabuhan.

Setelah pemilik menyetor uang, otoritas pelabuhan melepaskan kapal pada 1 November.

Syed Md Arif, ketua Asosiasi Agen Pengiriman Bangladesh (BSAA), mengatakan “sangat disayangkan” bahwa sebuah kapal harus tetap ditahan selama 36 hari karena kerusakan “kecil” pada derek. Dia menunjukkan bahwa otoritas pelabuhan bisa melepaskan kapal dengan menerima suatu usaha.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Akibat penahanan ini, kapal mengalami kerugian finansial yang sangat besar. “Setelah insiden ini, operator akan memikirkan kembali kemungkinan kerugian finansial sebelum mengerahkan kapal baru di rute Chittagong,” katanya.