Perdagangan Global Melonjak Mencapai Rekor USD 7,7 Triliun Pada Kuartal Pertama 2022
Nilai perdagangan global naik ke rekor USD 7,7 triliun pada kuartal pertama 2022. Berdasarkan Global Trade Update UNCTAD yang diterbitkan pada 7 Juli, nilai tersebut merupakan angka yang mengejutkan dengan peningkatan sekitar USD 1 triliun dibandingkan dengan kuartal pertama 2021.
Pertumbuhan, yang mewakili kenaikan sekitar USD 250 juta relatif terhadap kuartal keempat 2021, didorong oleh kenaikan harga komoditas, karena volume perdagangan telah meningkat ke tingkat yang jauh lebih rendah.
Kendati diperkirakan akan tetap positif, namun pertumbuhan perdagangan terus melambat selama kuartal kedua 2022.
“Perang di Ukraina mulai mempengaruhi perdagangan internasional, sebagian besar melalui kenaikan harga,” ungkap laporan tersebut.
Laporan tersebut juga menambahkan bahwa kenaikan suku bunga dan pengurangan paket stimulus ekonomi kemungkinan akan berdampak negatif pada volume perdagangan untuk sisa tahun 2022.
Volatilitas harga komoditas dan faktor geopolitik juga akan terus membuat perkembangan perdagangan menjadi tidak menentu.
Menurut laporan tersebut, tingkat pertumbuhan perdagangan pada kuartal pertama 2022 tetap kuat pada seluruh wilayah geografis, meskipun agak lebih rendah di kawasan Asia Timur dan Pasifik.
Pertumbuhan ekspor secara umum lebih kuat di daerah pengekspor komoditas, seiring dengan kenaikan harga komoditas.
Perdagangan barang dagangan mencapai sekitar USD 6,1 triliun, meningkat sekitar 25% relatif terhadap kuartal pertama 2021, dan lonjakan sekitar 3,6% relatif terhadap kuartal keempat 2021.
Nilai ekspor barang dagangan dari negara berkembang sekitar 25% lebih tinggi pada kuartal pertama 2022 dibandingkan dengan kuartal pertama 2021. Sebagai perbandingan, angka ini sekitar 14% untuk negara maju.
Perdagangan jasa tumbuh menjadi sekitar USD 1,6 triliun, meningkat sekitar 22% relatif terhadap kuartal pertama 2021, dan kenaikan sekitar 1,7% relatif terhadap kuartal keempat 2021.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar sektor ekonomi mencatat peningkatan substansial dari tahun ke tahun dalam nilai perdagangan mereka pada kuartal pertama 2022.
Tingginya harga bahan bakar menjadi faktor kuatnya peningkatan nilai perdagangan di sektor energi.
Pertumbuhan perdagangan untuk logam dan bahan kimia juga berada di atas rata-rata.
Laporan tersebut mengatakan evolusi perdagangan dunia untuk sisa tahun 2022 kemungkinan akan dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dari perkiraan karena kenaikan suku bunga, tekanan inflasi dan kekhawatiran atas keberlanjutan utang di banyak negara.
Laporan tersebut menyatakan bahwa perang di Ukraina mempengaruhi perdagangan internasional dengan memberikan tekanan lebih lanjut pada harga energi dan komoditas primer internasional.
Dalam jangka pendek, karena permintaan global yang tidak fleksibel untuk produk pangan dan energi, kenaikan harga pangan dan energi kemungkinan akan menghasilkan nilai perdagangan yang lebih tinggi dan volume perdagangan yang sedikit lebih rendah.
Faktor lain yang diperkirakan akan mempengaruhi perdagangan global tahun ini adalah berlanjutnya tantangan rantai pasokan global, tren regionalisasi, dan kebijakan yang mendukung transisi menuju ekonomi global yang lebih hijau.

