Dalam langkah signifikan menuju penyederhanaan ekosistem logistik, sekitar 60% perusahaan depot peti kemas yang terafiliasi dengan Asosiasi Depot Kontainer Indonesia (ASDEKI) telah berhasil terintegrasi dengan National Logistics Ecosystem (NLE) melalui platform NLE Connect. Aplikasi berbasis web digital inovatif ini bertujuan untuk menyederhanakan proses integrasi logistik, khususnya bagi pemilik depot, dengan memfasilitasi manajemen operasional yang lebih cepat dan mengurangi kesalahan pencatatan data.
Sekretaris Jenderal ASDEKI, Khairul Mahali, berbagi perkembangan tersebut, menyatakan bahwa, meskipun mereka belum mencapai integrasi penuh (100%), mereka telah mencapai kemajuan yang signifikan, dengan 60% dari perusahaan anggota mereka sekarang terhubung ke NLE Connect. Selain itu, mereka aktif bekerja untuk memperluas konektivitas mereka dengan inaportnet.
Saat ini, ASDEKI memiliki 123 perusahaan depot peti kemas sebagai anggotanya, yang secara kolektif mempekerjakan lebih dari 12.000 pekerja. Depot-depot ini berlokasi strategis di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Utara, Lampung, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur.
Khairul menekankan peran ASDEKI sebagai mitra pemerintah dalam merumuskan regulasi yang mendukung aliran barang dan peti kemas yang lancar. Ia menyoroti bahwa depot-depot anggota mereka saat ini sudah menangani lebih dari 75% pergerakan peti kemas di Indonesia, terutama mendukung aktivitas logistik di pelabuhan-pelabuhan utama seperti Tanjung Priok, Belawan, Makassar, Tanjung Emas Semarang, dan Tanjung Perak Surabaya.
ASDEKI aktif mempromosikan integrasi perusahaan depot peti kemas dengan NLE Connect. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menyederhanakan logistik dan menawarkan beberapa manfaat operasional kepada depot peti kemas:
- Pemesanan Online: NLE Connect memungkinkan depot untuk melakukan pemesanan secara online kapan saja dan di mana saja, menyederhanakan proses pemuatan dan pemungutan barang dengan jadwal yang fleksibel.
- Integrasi dengan INSW: NLE Connect terintegrasi dengan INSW secara mulus, menghilangkan kebutuhan penginputan data ganda. Pengguna dapat memasukkan nomor Bill of Lading (BL), dan semua detail pesanan akan diisi secara otomatis.
- Pembayaran Digital: Platform ini memfasilitasi pembayaran digital untuk transaksi depot, mempercepat proses pemuatan dan pemungutan barang karena pembayaran sudah diselesaikan sebelumnya.
- Metode Pembayaran Beragam: NLE Connect menawarkan berbagai pilihan pembayaran tanpa uang tunai melalui akun virtual, menghilangkan kebutuhan berpindah-pindah antar bank.
- Akses Dokumen Digital: Pengguna dapat mengakses dokumen penting seperti invoice, faktur pajak, dan tanda terima pemuatan/unloading secara digital atau dalam bentuk cetak, menyederhanakan penyimpanan arsip dan operasional.
Selain itu, NLE Connect memberikan pemantauan dan klasifikasi yang komprehensif untuk semua transaksi, termasuk aktivitas pemuatan dan pemungutan barang, pembayaran, dan pembayaran yang masih tertunda, memastikan data yang akurat dan terorganisir.
Platform ini juga menyederhanakan proses gate-in dan gate-out, mengurangi kesalahan pencatatan data dengan menghilangkan penggunaan kertas. Khairul menekankan bahwa formulir digital yang mudah digunakan akan mempercepat operasi lapangan, mengurangi risiko kehilangan dokumen atau kerusakan, dan mencegah kecurangan.
Sebagai kesimpulan, NLE Connect memastikan bahwa setiap pergerakan peti kemas didokumentasikan secara lengkap, termasuk nomor peti kemas, status, jadwal, dan berat, dengan demikian meningkatkan efisiensi layanan logistik. Komitmen ASDEKI untuk merangkul digitalisasi dan konektivitas melalui NLE Connect adalah bukti dari upaya mereka untuk memajukan lanskap logistik Indonesia.

