Hapag-Lloyd menandai masuknya mereka ke dalam segmen kapal peti kemas ultra besar, merayakan peluncuran kapal baru pertamanya. Berlin Express berkekuatan 23,664 TEU diberi nama di Jerman hari ini, menjadi kapal kargo terbesar yang beroperasi di bawah bendera Jerman serta kapal LNG baru yang pertama dibangun oleh perusahaan tersebut.
“Dengan kelas Hamburg Express yang baru, Hapag-Lloyd berada pada titik balik,” CEO Rolf Habben Jansen mengatakan kepada 300 tamu undangan hari ini pada upacara pembaptisan kapal berukuran 224,995 dwt di Hamburg. Dia menyoroti kontribusinya terhadap upaya Hapag untuk menjadikan armadanya netral terhadap iklim pada tahun 2045 dan untuk membangun peran Jerman dalam perdagangan global. Ia menyebut kelas tersebut sebagai awal era baru bagi Hapag-Lloyd. Ibu Negara Jerman Elke Büdenbender diberikan kehormatan untuk memberi nama pada kapal tersebut.
Hapag memesan enam kapal dari Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering pada akhir tahun 2020 dan memperluas pesanan menjadi total 12 kapal pada tahun 2021. Kini kapal tersebut sedang diselesaikan oleh Hanwha Ocean, penerus Daewoo dengan dua kapal pertama telah dikirimkan dan berlanjut hingga tahun 2025. Hapag mengemukakan bahwa selain peningkatan kinerja lingkungan, kapal-kapal tersebut juga lebih efisien dengan kapasitas 20% lebih besar dibandingkan kapal terbesarnya sebelumnya, yaitu kelas A18.
Masing-masing kapal di kelas Hamburg Express akan berukuran panjang 1,309 kaki dengan lebar 200 kaki. Kapasitas 23.664 TEU memiliki 1.500 slot reefer. Kapal-kapal tersebut dapat mencapai kecepatan 22 knot menggunakan mesin MAN B&W dan dilengkapi dengan tangki LNG 18.650 cbm, cukup untuk perjalanan pulang pergi Eropa-Asia-Eropa. Fitur lain dari desain ini mencakup lambung yang dioptimalkan, baling-baling yang sangat efisien, dan kemampuan untuk beroperasi dengan tenaga pantai. Mereka juga memiliki sistem pengikatan dan pemuatan khusus yang menawarkan fleksibilitas lebih besar. Peti Kemas dengan ketinggian berbeda dapat diamankan dan berat tumpukan dapat dioptimalkan. Mereka juga menggunakan sistem navigasi dan perencanaan rute yang canggih. Setiap kapal akan diawaki oleh 27 awak termasuk dua kapten.
Hapag menyoroti bahwa kendati pada awalnya akan beroperasi dengan bahan bakar LNG, namun kapal-kapal tersebut dirancang untuk transisi bahan bakar di masa depan. Teknologi bahan bakar ganda akan memungkinkan mereka beralih ke bahan bakar non-fosil, seperti bio-metana dan e-metana, seiring dengan semakin mudahnya ketersediaan bahan bakar.
Berlin Express dikirim ke Hapag pada 13 Juni, tetapi awalnya digunakan pada rute antara Asia dan Timur Tengah. Kapal tersebut tiba di Hamburg enam hari yang lalu dan saat ini melanjutkan ke rute yang beroperasi antara Tiongkok, dengan pemberhentian di Taiwan, Singapura, Rotterdam, Antwerpen, Southampton, Algeciras, dan Hong Kong. Kapal kedua dari kelas tersebut, Manila Express, diberi nama di Korea Selatan pada tanggal 3 Agustus dan diserahkan ke Hapag. Kapal ini akan diikuti oleh satu kapal lagi tahun ini, Hanoi Express. Kapal masa depan diberi nama Busan, Singapura, Damietta, Hamburg, Gdansk, Bangkok, Rotterdam, Genova, dan Wilhelmshaven.
Kapal-kapal tersebut juga merupakan bagian dari upaya pertumbuhan Hapag. Saat ini, berada di peringkat kelima berdasarkan kapasitas, Hapag mengoperasikan 260 kapal dengan kapasitas lebih dari 1,9 juta TEU.
