Menurut laporan Global Port Tracker yang dirilis baru-baru ini oleh National Retail Federation (NRF) dan Hackett Associates, volume kargo impor di pelabuhan peti kemas utama Amerika Serikat pulih dari level terendah hampir tiga tahun di bulan Februari, tetapi diperkirakan akan tetap jauh di bawah level tahun lalu.
Pelabuhan AS yang dicakup oleh Global Port Tracker menangani 1,62 juta TEU peti kemas impor di bulan Maret, naik 5% dari Februari tetapi turun 30,6% year-on-year. Pelabuhan peti kemas di AS belum mempublikasikan angka bulan April, tetapi Global Port Tracker memperkirakan 1,73 juta TEU impor, yang berarti penurunan 23,4% tahun-ke-tahun. Selain itu, 1,83 juta TEU diperkirakan akan diimpor oleh pelabuhan negara tersebut pada bulan Mei, turun 23,5% dari tahun lalu sebesar 2,4 juta TEU, yang merupakan angka tertinggi sepanjang masa untuk jumlah peti kemas yang diimpor dalam satu bulan.
Selanjutnya, masih menurut laporan tersebut, bulan Juni diperkirakan volume peti kemas akan mencapai 1,9 juta TEUs, yang merupakan penurunan 15,9% dari bulan yang sama tahun lalu. Bulan Juli diperkirakan mencapai 2,01 juta TEUs, penurunan 7,9% tahu-ke-tahun, Agustus diperkirakan mencapai 2,04 juta TEUs, penurunan 9,9% tahun-ke-tahun dan September diperkirakan mencapai 1,96 juta TEUs, menandai penurunan tahunan sebesar 3,4%. Penurunan besar dari tahun ke tahun disebabkan oleh volume yang sangat tinggi tahun lalu.
Sementara itu, paruh pertama tahun 2023 yang sebelumnya diperkirakan sebesar 10,8 juta TEUs, kini diperkirakan sebesar 10,4 juta TEUs, turun 22,8% dari paruh pertama tahun 2022. Global Port Tracker belum memperkirakan setahun penuh, tetapi kuartal ketiga diperkirakan mencapai 6 juta TEU, turun 7,2% dari waktu yang sama tahun lalu, dan sembilan bulan pertama tahun ini akan berjumlah 16,5 juta TEU, turun 17,8 % tahun ke tahun.
