Skip to content

Pelabuhan Liverpool Berencana Melakukan PHK Karena Penurunan Volume yang Berlanjut

  • by

Dihadapkan dengan penurunan volume peti kemas yang berkepanjangan dan mengatakan tidak ada perbaikan berarti di masa depan, operator pelabuhan Inggris Peel Ports berencana memberhentikan hingga delapan tenaga kerjanya di dua terminal peti kemas di Liverpool. Manajemen mengajukan pemberitahuan resmi yang diwajibkan berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan Inggris pada hari Jumat untuk memulai periode konsultasi dengan serikat pekerja sebelum melanjutkan PHK.

Dalam pernyataannya, Peel Ports menyebut keputusan tersebut “sangat disesalkan namun tidak dapat dihindari,” mengingat rendahnya volume yang terus berlanjut di pelabuhan-pelabuhan Inggris. Perusahaan mengatakan akan melakukan segala kemungkinan untuk menawarkan posisi alternatif, sementara serikat pekerja Unite mengatakan mereka juga akan berupaya untuk menugaskan kembali karyawan ke tugas lain.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Pelabuhan Liverpool memiliki sekitar 850 karyawan dengan operasi utama di dua terminal peti kemas. Peel melaporkan pihaknya sedang mempertimbangkan PHK hingga 125 orang dengan masa konsultan diperkirakan memakan waktu hingga 45 hari. Mereka melaporkan bahwa secara keseluruhan, pelabuhan di Inggris mengalami penurunan volume sekitar 12% selama paruh pertama tahun ini. Hal ini terjadi setelah penurunan sebesar 7% pada tahun 2022. Eksekutif dari Peel Ports menyebutkan dampak inflasi yang mengakibatkan rendahnya permintaan konsumen terhadap barang-barang manufaktur. Mereka juga menyebutkan masalah geopolitik dan kekhawatiran akan terjadinya resesi.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Kendati tidak sebesar Felixstowe, namun Pelabuhan Liverpool adalah salah satu pelabuhan utama di bagian barat Inggris yang juga memiliki koneksi ke Skotlandia, Irlandia, dan pelabuhan pedalaman di sepanjang Kanal Kapal Manchester. Pelabuhan tersebut telah menangani sekitar 75.000 TEU per bulan dengan rata-rata 60 kunjungan kapal. Tahun lalu, pelabuhan tersebut dilanda tiga pemogokan saat terjadi perselisihan kontrak dengan Unite. Negosiasi upah dan aturan kerja menemui jalan buntu pada Agustus 2022, sehingga terjadi pemogokan pertama pada bulan September. Kesepakatan dicapai pada awal November, namun ada pembicaraan mengenai kemungkinan restrukturisasi di masa depan berdasarkan tekanan yang terus berlanjut terhadap operator pelabuhan.