Skip to content

Public Expose OP Priok: Simak Empat Hal yang Jadi Perhatian Media di Pelabuhan

Ir Subagiyo MT, Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok didampingi jajaran pimpinan divisi OP Priok lainnya sedang memberikan informasi di acara “Publik Expose Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok”, Jakarta (5 April) 

 

Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok (OP Priok) melakukan sinergi dan kolaborasi dengan wartawan pelabuhan yang tergabung di Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami) yang bertajuk “Publik Expose Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok”, pada Rabu (5 April) bertempat di Hotel Swiss Bellin Kemayoran, Jakarta.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama (Ka OP) Tanjung Priok, Ir Subagiyo MT. dan Pejabat Struktural Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok. Dalam sambutannya Subagiyo kepada rekan media menyampaikan: “Maksud kegiatan ini adalah terlaksananya kegiatan Public Expose di Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, dan melalui kegiatan ini dapat dimanfaatkan pula sebagai sarana silaturahmi, pertukaran informasi serta berbagi pengetahuan dan menyamakan persepsi dalam memberikan informasi terkait pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok.

Lanjutnya, tujuan kegiatan ini adalah agar Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok dapat bersinergi, berkomunikasi dan berkoordinasi dengan rekan media yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok khususnya Forwami.

“Kami mengapresiasi diselenggarakannya acara seperti ini dan mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan wartawan yang telah meluangkan waktunya untuk hadir. Di samping itu, kami berharap dengan adanya kegiatan ini dapat mengenal teman-teman media wartawan khususnya yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok. Perkembangan layanan perlu dipublikasikan atau disebarluaskan agar bisa secepat mungkin diketahui pengguna jasa dan masyarakat. Dalam menyebarluaskan kebijakan, program dan kegiatan, Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Ditjen Perhubungan Laut, maupun Kementerian Perhubungan, telah memanfaatkan beberapa platform media,” kata Subagiyo yang baru menjabat pimpinan di Kantor OP Priok pada Januari 2023 lalu.

Dalam paraparannya, Subagiyo menyampaikan 4 (empat) point yang jadi perhatian untuk program kerjanya, yaitu point 1 – Penanganan Limbah B3, point 2 – Tarif Kepelabuhanan, point 3 – National Logistic Ecosystem/NLE (INAPORTNET, SSM, SIMON TKBM, STID & DID, TBS), dan, point 4 – Persiapan Angkutan Lebaran Tahun 2023.

“Dalam hal limbah, kami telah melakukan langkah perubahan yaitu tahun 2018 terbit Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut, tahun 2019 terbit Peraturan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok yang berisi SOP pengelolaan limbah di Pelabuhan Tanjung Priok, hingga tahun 2022 Kami telah melaksanakan Komitmen Bersama tentang rencana investasi terpadu berbasis digitalisasi dan berwawasan lingkungan. Pada tahun ini (2023) kami tengah melakukan inovasi dengan menerapkan sistem monitoring pengendalian limbah B3 operasional pelabuhan atau darat” urai Subagiyo.

“Kedua, untuk Tarif di Pelabuhan Tanjung Priok, kami mengacu pada Peraturan Menteri (PM) nomor 72 Tahun 2017 tentang jenis tarif kegiatan pengusahaan di pelabuhan. Ada 2 jenis tarif yaitu jenis tarif pelayanan jasa kepelabuhanan dan jenis tarif pelayanan jasa terkait dengan kepelabuhanan” imbuh mantan Direktur Kepelabuhanan, Direktorat Perhubungan Laut, Kementrian Perhubungan.

“Mengenai penataan Ekosistem Logistik Nasional (NLE), kami telah melakukan beberapa inovasi layanan di antaranya Inaportnet, Single SubMission (SSm) Pengangkut dan Single Billing, Sistem Monitoring (SIMON) TKBM, Single Truck Identification Data (STID) dan Driver Identification Data (DID), serta Terminal Booking System (TBS)” katanya.

“Pada saat ini melalui Lembaga Nasional Single Window (LNSW) Kementerian Keuangan sedang dilakukan proses integrasi beberapa layanan antar Instansi Pemerintah di Pelabuhan Tanjung Priok. Proses integrasi ini dikoordinasikan oleh LNSW dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Melalui SSm Pengangkut, dilakukan integrasi layanan kedatangan kapal yang meliputi layanan Kantor Otoritas Pelabuhan, layanan Kantor Kesyahbandaran, layanan Kantor Bea Cukai, layanan Kantor Kesehatan Pelabuhan dan layanan Imigrasi. Posisi saat ini adalah tahap piloting untuk 1 (satu) siklus dan single billing” jelas Subagiyo.

 

 

“Terakhir, terkait Angkutan Laut Lebaran Tahun 2023 / 1444 Hijriyah, kami telah melakukan persiapan dengan mengadakan rapat persiapan dengan Instansi Pemerintah dan Stakeholders terkait di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok. Kami juga membuka Posko Angkutan Lebaran Tahun 2023 mulai tanggal 07 April 2023 sampai dengan 08 Mei 2023. Kami memprediksi jumlah penumpang pada tahun 2023 akan mengalami kenaikan 130% dari jumlah pemudik pada 2022” lanjut Ka OP.

Tambahnya, dalam Angkutan Laut Lebaran Tahun 2023 ini OP Priok telah menyediakan 14 armada kapal laut dengan total kapasitas 16.594 orang. Armada tersebut terdiri dari 9 kapal dari PT Pelni dan 5 kapal dari perusahaan pelayaran swasta.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

“Melalui public expose ini, kami berharap rekan media dapat memberikan masukan yang mungkin tidak diketahui kami sebagai regulator. Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan semuanya yang selama ini telah menginformasikan dan mempublikasikan segala sesuatu terkait informasi Pelabuhan Tanjung Priok khususnya informasi pelayanan kepelabuhanan,” tutup Subagiyo.