International Container Terminal Services, Inc. (ICTSI) telah menangani throughput peti kemas sebesar 3,1 juta TEU pada kuartal pertama tahun 2023, 9% lebih tinggi dari volume yang ditangani pada periode yang sama pada tahun 2022, yaitu 2,8 juta TEU.
Operator terminal juga melaporkan pendapatan kotor dari operasi pelabuhan sebesar USD 572,25 juta untuk kuartal pertama. Angka ini mencerminkan peningkatan sebesar 8% dari pendapatan yang dilaporkan tahun lalu, yaitu USD 528,27 juta. Laba Sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) mencapai USD 354,20 juta, 5% lebih tinggi dari yang dihasilkan pada kuartal pertama tahun 2022, yaitu USD 337,85 juta.
ICTSI akhirnya melaporkan bahwa laba bersih yang diatribusikan kepada pemegang ekuitas mencapai USD 154,61 juta, 9% lebih tinggi dari nilai yang diperoleh pada periode yang sama tahun lalu yaitu USD 142,28 juta
Enrique K. Razon, Jr., Ketua dan Presiden ICTSI mengatajan, “Saya senang melaporkan kuartal pertama yang kuat tahun ini.Hasil ini didorong oleh portofolio kami yang terdiversifikasi dan fokus berkelanjutan pada margin, dan hasil tersebut dicapai dengan latar belakang ekonomi makro dan geopolitik yang menantang.”
Pada bulan Februari, ICTSI mengajukan proposal untuk perluasan Victoria International Container Terminal (VICT), anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya di Pelabuhan Melbourne, Australia. Baru-baru ini, perusahaan juga mengumumkan akan menambah dermaga lain di Manila International Container Terminal (MICT), pintu gerbang utama Filipina untuk perdagangan internasional.
