Sebuah kapal kargo Rusia, Ursa Major, tenggelam di Laut Mediterania antara Spanyol dan Aljazair, dengan dua awak dilaporkan hilang, demikian disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia.
Peristiwa tersebut terjadi setelah ledakan di ruang mesin kapal yang menyebabkan kapal terbalik. Dari 16 awak yang ada, 14 orang berhasil diselamatkan dan dibawa ke Spanyol. Ledakan itu terjadi sekitar pukul 12:30 waktu setempat pada tanggal 23 Desember, dan sejak saat itu wilayah tersebut dinyatakan berbahaya untuk pelayaran.
Operasi penyelamatan yang melibatkan beberapa kapal, termasuk kapal penyelamat Spanyol Clara Campoamor dan kapal patroli Angkatan Laut Spanyol, telah diluncurkan untuk mencari korban yang hilang.
Kapal Ursa Major berangkat dari St. Petersburg pada 11 Desember, dengan tujuan akhir Vladivostok dan perkiraan kedatangan pada 22 Januari. Kapal ini dimiliki oleh SK-YUG, bagian dari perusahaan pertahanan Rusia, Oboronlogistika. Kedua entitas tersebut, bersama dengan kapal Ursa Major, dikenakan sanksi oleh Amerika Serikat pada tahun 2022 karena keterkaitannya dengan militer Rusia.
Dalam sebuah pernyataan pada 20 Desember, Oboronlogistika mengungkapkan bahwa kapal tersebut membawa crane yang akan dipasang di pelabuhan Vladivostok, serta suku cadang untuk kapal pemecah es baru. Analis Open Source Intelligence, Oliver Alexander, menambahkan melalui unggahan di platform X bahwa kargo kapal tersebut termasuk dua Liebherr LHM 420 Mobile Harbour Cranes untuk pelabuhan Vladivostok, serta dua palka seberat 45 ton yang ditujukan untuk pembangunan kapal pemecah es nuklir Rusia, Proyek 10510.
Kapal Ursa Major yang dibangun pada 2009, sebelumnya telah digunakan untuk mengangkut pasokan bagi pasukan Rusia di Suriah sebagai bagian dari operasi yang dikenal dengan nama “Syrian Express.”

