Skip to content

Kendati Ada Disrupsi Rantai Pasok, Maersk Prediksi Pasar Amerika Utara Tetap Kuat pada 2025

Maersk, salah satu perusahaan pelayaran terbesar di dunia, memprediksi permintaan pasar Amerika Utara yang kuat pada tahun 2024 akan berlanjut pada tahun 2025. Ini berlaku baik untuk kargo laut maupun udara, meskipun disertai dengan potensi disrupsi rantai pasok yang signifikan. Prediksi ini disampaikan oleh Charles van der Steene, Presiden Maersk untuk Amerika Utara, dalam wawancara dengan CNBC.

Pada tiga kuartal pertama tahun 2024, impor Amerika Utara tercatat tumbuh antara 20% hingga 24%. Maersk memperkirakan bahwa pertumbuhan pada kuartal keempat (Q4) akan tetap berada dalam angka dua digit. Van der Steene menggambarkan tahun 2024 sebagai “tahun yang sangat kuat dengan permintaan yang tangguh.”

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Lonjakan pengiriman barang e-commerce dari penjual daring asal Tiongkok turut memicu peningkatan tarif angkutan kargo udara. Maersk pun berencana mengembalikan layanan kargo udara dari Tiongkok ke hub mereka di Carolina Selatan pada awal tahun 2025. “Pasar e-commerce menunjukkan kekuatan yang mengejutkan,” ujar Van der Steene.

Potensi Disrupsi yang Mengancam

Namun, meskipun permintaan terus meningkat, Van der Steene memperingatkan bahwa volatilitas yang mengganggu perdagangan global sejak pandemi Covid-19 kemungkinan akan terus berlanjut pada tahun 2025. “Disrupsi akan tetap ada,” katanya. “Ketahanan dalam rantai pasok akan tetap menjadi agenda penting bagi semua pihak.”

Beberapa faktor yang berpotensi menambah disrupsi mencakup kemungkinan pemogokan oleh Asosiasi Pekerja Pelabuhan Internasional di pelabuhan-pelabuhan Pantai Timur dan Teluk di AS, serta ancaman tarif impor yang dapat diberlakukan oleh Presiden terpilih Donald Trump, percepatan pengiriman barang untuk antisipasi penutupan pabrik di Tiongkok selama sebulan pada saat Tahun Baru Imlek.

Meskipun spot rate angkutan laut mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir, tarif yang diumumkan untuk pemesanan antara 15 hingga 31 Desember menunjukkan lonjakan harga, yang menjadi indikator permintaan yang kuat.

Menurut laporan terbaru ContainerXChange, spot rate rute tujuan Amerika Utara mengalami kenaikan terbesar secara global, yaitu sebesar 20% dalam 90 hari terakhir.

Federasi Ritel Nasional (NRF) baru-baru ini menyatakan bahwa ancaman pemogokan dan tarif dapat menyebabkan rekor impor kontainer pada bulan November dan Desember.

Maersk juga mulai melihat pergeseran perdagangan ke Pantai Barat. Van der Steene mengungkapkan bahwa meskipun volume perdagangan tetap kuat, pergeseran ini menunjukkan adanya upaya untuk menarik volume lebih awal, dengan banyak pihak yang mengantisipasi potensi gangguan yang bisa terjadi.

Minimalisir Resiko Disrupsi dengan Peningkatan Reliability

Menurut Van der Steene, salah satu cara yang dilakukan perusahaan pelayaran untuk meminimalisir resiko yang ditimbulkan dari disrupsi supply chain pada tahun 2025 adalah dengan meningkatkan reliabilitas kapal (vessel reliability). Untuk menjaga hal tersebut, beberapa perusahaan pelayaran akan membentuk aliansi pelayaran yang baru tahun depan. Maersk sendiri akan membentuk Aliansi Gemini bersama Hapag-Lloyd yang rencanaya akan dimulai pada Februari 2025.

Dengan adanya aliansi baru tersebut, Maersk menjamin ketersediaan kapal untuk rute-rute Hapag-Lloyd yang mengalami kesulitan, termasuk untuk rute Tiongkok – Jerman Hapag-Lloyd yang saat ini menimbulkan kekhawatiran di industri logistik.

Pemesanan untuk aliansi baru ini telah dimulai minggu ini, dan Maersk sangat optimis dengan pesanan yang diterima. Perusahaan ini juga menetapkan target ambisius untuk mencapai reliability kapal sebesar 90% pada tahun 2025. Saat ini, tingkat reliability Maersk berada di kisaran 58%, menjadikannya sebagai perusahaan yang paling reliable di antara perusahaan pelayaran lainnya.

“Kami berkomitmen untuk meningkatkan reliability dari 58% menjadi 90% pada tahun 2025,” kata Van der Steene. “Kami percaya bahwa ini adalah satu-satunya cara untuk membantu pelanggan mengurangi inventaris, meminimalkan risiko dalam rantai pasokan, dan menekan biaya.”

Tetap Kuat Setidaknya Hingga Paruh Pertama

Secara keseluruhan, Maersk memperkirakan pasar akan tetap kuat pada tahun 2025, dengan PDB AS diperkirakan tumbuh sedikit di bawah 2%. Hal ini akan mendorong permintaan untuk layanan rantai pasokan, baik dalam perdagangan impor dari Asia maupun arus perdagangan antara Meksiko dan AS, kata Van der Steene.

Meskipun sulit untuk memprediksi tingkat permintaan secara tepat, kekuatan pasar saat ini diperkirakan akan berlanjut hingga paruh pertama tahun 2025. “Kita semua harus siap menghadapi pasar yang terus kuat,” ujarnya.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Namun, ia juga menambahkan, “Kami sedang berdiskusi dengan pelanggan kami tentang bagaimana mereka dapat mempersiapkan diri untuk tantangan yang mungkin terjadi tahun depan, atau lebih tepatnya, untuk tahun yang kemungkinan besar akan penuh dengan disrupsi, serta kebutuhan untuk ketahanan rantai pasokan.”