Skip to content

Maersk Akan Mengirim Peti Kemas Melalui Darat untuk Menghindari Penundaan Terusan Panama

  • by

Maersk mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan beberapa titik hambatan di rute lautnya dan melaporkan hari ini kepada pelanggan bahwa mereka akan mulai menyediakan pendekatan baru untuk satu rute khusus sebagai alternatif untuk menghindari potensi penundaan di Terusan Panama. Mereka berusaha untuk memberikan konsistensi kepada pengirim barang saat menghadapi gangguan yang disebabkan oleh berkurangnya jumlah transit di Terusan Panama, sementara operator juga telah memutuskan untuk mengubah rute kapal di sekitar Afrika Selatan di masa mendatang yang juga memberikan tekanan pada jaringan.

Dalam laporan penasehat pelanggan yang dikeluarkan pada tanggal 10 Januari, Maersk mneyatakan bahwa “Melihat situasi perairan yang sedang berlangsung di Terusan Panama, dan kemungkinan dampaknya terhadap pergerakan kargo, maka kami bermaksud mengumumkan pemberitahuan perubahan layanan, serta upaya Maersk untuk menindaklanjuti situasi tersebut. Untuk memastikan kargo terus bergerak dengan penundaan sesedikit mungkin, maka kami mengubah layanan OC1 yang beroperasi antara Oseania dan Amerika.”

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Maersk melaporkan untuk rute ini, kapal-kapal yang sebelumnya menggunakan Terusan Panama saat ini akan beralih menggunakan jalur darat dengan kereta api untuk mengangkut kargo sejauh sekitar 50 mil melintasi tanah genting. Terusan Panama telah menyebabkan beberapa kapal peti kemas dikirimkan melalui darat untuk mengurangi berat dan angin. Kendati Otoritas Terusan Panama melaporkan rencana pengurangan jumlah transit harian ditunda, namun Maersk menciptakan solusi dua kapal yang unik untuk rute ini yang menghubungkan pelabuhan di Australia dan Selandia Baru dengan Charleston dan Philadelphia di Amerika Serikat. Ini adalah rute khusus yang dilayani oleh kapal-kapal kecil dengan kapasitas sekitar 3.000 hingga 4.000 TEU. Rute ini  merupakan rute panjang yang dijadwalkan selama 45 hari menuju utara dari Sydney, Australia, Charleston dan 38 hari menuju selatan antara Philadelphia dan Melbourne .

Maersk juga menyatakan, “Hal ini menciptakan dua jalur terpisah, satu Atlantik dan satu Pasifik. Kapal-kapal Pasifik akan berbelok di Balboa, Panama, menurunkan kargo menuju Amerika Latin dan Amerika Utara serta mengambil kargo menuju Australia dan Selandia Baru. Kapal-kapal Atlantik akan berbelok di Manzanillo, Panama, menurunkan kargo menuju Australia dan Selandia Baru dan mengambil kargo menuju Amerika Latin dan Utara.”

Mereka memperingatkan bahwa kendati diperkirakan tidak ada penundaan untuk layanan menuju utara, namun pengirim barang mungkin mengalami beberapa penundaan untuk kotak-kotak di rute selatan. Namun, mereka yakin hal ini akan memberikan konsistensi yang lebih baik sekaligus mengurangi jumlah kapal yang mencoba transit di Terusan Panama sehingga memberikan slot bagi kapal-kapal yang kemungkinan besar berukuran lebih besar di rute-rute utama. Ini merupakan pendekatan baru untuk mengatasi beberapa penundaan di Terusan Panama yang saat ini dilaporkan ada 40 kapal yang dipesan dan 20 kapal tanpa reservasi menunggu transit di kedua terminal. Waktu tunggu kapal tanpa reservasi adalah antara sekitar 9 dan 10 hari.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Maersk juga berupaya memperluas penggunaan jalur darat. Mereka melaporkan bahwa mereka akan berupaya menghubungkan pengiriman dari Teluk Meksiko ke solusi dua putaran pada rute OC1 dengan cara yang serupa dengan jalur yang ada saat ini antara Oseania dan Asia pada rute tersebut. Rute yang direvisi ini merupakan salah satu dari beberapa langkah yang diambil Maersk untuk mengatasi tantangan dalam jaringannya. Alphaliner melaporkan bahwa operator tersebut juga telah mengambil langkah yang tidak biasa dengan menyewa dua kapal, dari Ocean Network Express dan Wan Hai. ONE Focus yang baru dibangun (15.000 TEU) dimiliki oleh Seaspan dan merupakan bagian dari perjanjian jangka panjang dengan ONE, sedangkan Wan Hai A12 akan  memiliki kapasitas 13.100 TEU. Alphaliner melaporkan Maersk menggunakan kedua kapal tersebut untuk meningkatkan tekanan pada rutenya antara Timur Jauh dan Pantai Barat AS. Langkah-langkah ini menunjukkan langkah yang diterapkan oleh operator untuk mengatasi gangguan yang muncul di sepanjang jaringan mereka.