A.P. Moller – Maersk (Maersk) baru-baru ini menandatangani perjanjian untuk pembangunan 20 kapal peti kemas baru dengan total kapasitas mencapai 300.000 TEUs di galangan kapal China dan Korea Selatan. Kapal-kapal ini akan menggunakan mesin berbahan bakar ganda (methanol dan LNG) dan rencananya akan selesai dibangun secara bertahap antara tahun 2028 hingga 2030.
Dalam pernyataannya, Maersk mengungkapkan pengadaan kapal-kapal baru ini merupakan bagian dari upaya pembaruan armada perusahaan. Kapal-kapal tersebut akan menggantikan kapal-kapal yang lebih tua, sehingga Maersk dapat mempertahankan kapasitas armada globalnya yang saat ini mencapai sekitar 4,3 juta TEUs.
Ke-20 kapal tersebut akan menggunakan sistem propulsi berbahan bakar ganda yang dapat mengoperasikan gas cair. Kapal-kapal ini akan memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari 9.000 hingga 17.000 TEUs.
Dua dari kapal yang dipesan akan memiliki kapasitas 9.000 TEUs dan enam kapal lainnya akan berkapasitas 17.000 TEUs. Kapal-kapal ini akan dibangun di Galangan Kapal Yangzijiang, China. Sementara itu, 12 kapal sisanya dengan kapasitas masing-masing 15.000 TEUs akan dibangun di dua galangan kapal, yaitu Galangan Kapal Hanwa Ocean di Korea Selatan dan Galangan New Times Shipbuilding di China.
Pengiriman kapal pertama dijadwalkan pada tahun 2028, dengan pengiriman terakhir direncanakan pada tahun 2030.
“Kami sangat senang dapat menandatangani perjanjian untuk 20 kapal baru ini. Pesanan ini adalah bagian dari program pembaruan armada yang berkelanjutan dan sejalan dengan komitmen kami terhadap dekarbonisasi, di mana semua kapal baru ini akan dilengkapi dengan mesin bahan bakar ganda yang dirancang untuk mengoperasikan bahan bakar dengan emisi yang lebih rendah,” kata Anda Cristescu, Head of Chartering & Newbuilding Maersk,
Pada bulan November lalu, Maersk juga menjalin kemitraan dengan Lufthansa Cargo untuk mempromosikan dekarbonisasi angkutan udara melalui penggunaan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF). Selain itu, Maersk menyambut baik kedatangan kapal pengangkut peti kemas berbahan bakar ganda metanol terbarunya yang tiba di Singapura, sebagai bagian dari perjalanan perdana kapal tersebut dari Asia ke Eropa.
Dengan langkah-langkah ini, Maersk terus berkomitmen untuk mengurangi jejak karbonnya dan meningkatkan efisiensi armadanya guna mendukung visi transportasi yang lebih berkelanjutan.

