Skip to content

Tahun 2025, MSC Tambah Tujuh Port of Call, Di Mana Saja?

MSC, perusahaan pelayaran kontainer terbesar di dunia, berencana untuk menambah 7 (tujuh) pelabuhan baru yang akan disinggahi kapal-kapalnya (port of call) mulai tahun 2025. Hal tersebut disampaikan MSC dalam pembaruan jadwal jaringan proforma 2025 yang diumumkan baru-baru ini.

Pembaruan ini mencakup beberapa perubahan penting, termasuk penambahan pelabuhan muatan baru di layanan Asia-Eropa dan trans-Pasifik, serta penambahan pelabuhan tujuan baru di Eropa dan Amerika Utara. MSC juga akan merombak jaringan transhipmentnya di India Sub-Continent, baik pada rute backhaul maupun headhaul, untuk meningkatkan konektivitas dan efisiensi operasional.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Perubahan Layanan Trans-Pasifik

Dalam pidatonya di World Ports Conference yang berlangsung bulan lalu di Hamburg, CEO MSC, Soren Toft, menegaskan bahwa desain jaringan MSC didorong oleh keyakinan bahwa pengirim barang lebih menginginkan direct call.

“Kami percaya klien kami menginginkan kepastian mengenai direct call. Koneksi langsung lebih penting daripada kecepatan dan ini mencerminkan visi ke masa depan dengan rantai pasok yang lebih tersebar,” ungkap Toft kepada para delegasi.

Salah satu perubahan terbesar yang diumumkan adalah pada rangkaian layanan Mustang trans-Pasifik MSC. Layanan yang saat ini beroperasi sebagai ekspres China-Long Beach akan diubah menjadi layanan lintas Pasifik yang lebih tradisional mulai tahun depan. MSC akan menghentikan layanan di Long Beach dan beralih dengan memasukkan Seattle, Vancouver, dan Portland dalam rutenya.

Perpindahan ini akan memperkuat kehadiran MSC di pelabuhan-pelabuhan di Oregon. Saat ini, pelabuhan Portland hanya melayani dua layanan utama: layanan Chinook milik MSC, yang menyediakan 10% ruang bagi ZIM melalui perjanjian penyewaan slot, serta layanan lintas Pasifik CPX yang dioperasikan oleh HMM bekerja sama dengan SM Line.

Perubahan ini juga menegaskan komitmen MSC untuk memperkuat posisinya di pasar ekspor pertanian AS, mengingat layanan Mustang diposisikan sebagai jalur untuk ekspor komoditas pertanian.

Penambahan Port of Call di Asia

Sebagai bagian dari perluasan jaringannya, MSC juga akan menambah beberapa pelabuhan baru di Asia. Layanan lintas Pasifik Orient dan Lone Star dari pantai timur Asia ke AS akan memperkenalkan pemberhentian baru di Busan, Korea Selatan, yang akan menjadi bagian dari rute backhaul mereka ke arah barat.

Selain itu, layanan Chinook akan mulai singgah di Vung Tao, Vietnam, sementara layanan Pearl lintas Pasifik akan berhenti di Haiphong, Vietnam Utara, untuk memberikan lebih banyak opsi bagi importir AS yang mencari alternatif pengadaan barang di luar China.

Di kawasan India, MSC juga mengumumkan perubahan penting pada jaringan transhipment-nya. Pelabuhan Kolombo, yang sebelumnya menjadi hub transhipment utama di kawasan tersebut, kini akan digantikan oleh terminal Vizhinjam yang baru dibuka di India, yang dioperasikan oleh Adani. Singgah di Vizhinjam juga akan diperkenalkan pada rute headhaul ke arah barat dari layanan Jade Asia-Mediterania.

Penguatan Eropa dan Inggris

Untuk pasar Eropa, MSC menambahkan pelabuhan baru di kawasan Pearl River Delta, dengan Nansha di China akan menjadi tambahan baru pada layanan Lion Asia-Eropa Utara dan layanan Dragon Asia-Mediterania. Ini akan memperkuat konektivitas MSC antara Asia dan Eropa, terutama di wilayah Mediterania.

Selain itu, MSC mengumumkan bahwa pelabuhan London Gateway di Inggris akan mendapatkan penambahan persinggahan pada layanan Albatross-nya. Pelabuhan ini akan singgah setelah Felixstowe, dan penambahan ini berarti MSC akan melayani London Gateway tiga kali seminggu mulai tahun depan. Dua dari tiga layanan ini akan melibatkan pembelian slot oleh maskapai Premier Alliance, yang setara dengan frekuensi yang akan dilakukan oleh mitra mereka, Gemini, di pelabuhan yang sama.

MSC menekankan bahwa meskipun ada penambahan pelabuhan baru dalam jaringan mereka, perubahan ini tidak akan mempengaruhi kapasitas tonase yang diterapkan pada rutenya. Hal ini berarti bahwa meskipun lebih banyak pelabuhan yang akan disinggahi, kapasitas operasional MSC akan tetap terjaga tanpa ada perubahan signifikan pada layanan yang ada.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Dengan pembaruan ini, MSC bertujuan untuk menawarkan lebih banyak fleksibilitas dan opsi bagi pengirim dan penerima barang, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam industri pelayaran global. Pembaruan jaringan ini mencerminkan komitmen MSC untuk terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar yang terus berkembang.