Foto: Pelabuhan (Terminal) Balboa, Panama, salah satu terminal Hutchison yang selama ini selalu disoroti Presiden AS Donald Trump
CK Hutchison, perusahaan investasi global di sektor kepelabuhanan, telah mencapai kesepakatan untuk menjual saham-saham kepemilikannya di sejumlah pelabuhan global, termasuk terminal yang kontroversial di Panama. Penjualan ini dilakukan kepada sebuah konsorsium yang dipimpin oleh BlackRock, perusahaan investasi ternama asal Amerika Serikat, yang bermitra dengan Terminal Investment Limited (TiL), operator terminal milik MSC Group.
Kesepakatan tersebut, yang bernilai $22,8 miliar, sebagaimana dilaporkan The Wall Street Journal, mencakup 80 persen saham CK Hutchison di 43 pelabuhan di seluruh dunia, serta 90 persen saham Panama Ports Company, yang mengelola terminal di Balboa dan Cristobal, Panama.
Namun, transaksi ini tidak termasuk saham HPH Trust yang mengelola pelabuhan di Hong Kong, Shenzhen, dan beberapa pelabuhan lainnya di China.
Meskipun kesepakatan ini merupakan tahap awal setelah proses penawaran yang dilakukan oleh CK Hutchison, perusahaan-perusahaan yang terlibat telah memasuki fase negosiasi eksklusif dengan pengaturan kerahasiaan.
Konsorsium yang terdiri dari BlackRock dan TiL kini tengah menjalani uji tuntas dan berharap dapat menandatangani perjanjian definitif pada atau sebelum 2 April mendatang.
Kontroversi Terminal Panama
Banyak pihak yang mengaitkan penjualan ini dengan isu politik terkait dengan Terminal Panama yang saat ini lagi hangat. Penjualan ini bisa dilihat sebagai kemenangan bagi Presiden AS, Donald Trump, yang selama ini mengkritik “kontrol China atas Terusan Panama.”
Menanggapi kritik tersebut, Pemerintah Panama baru-baru ini meninjau kontrak yang ada dengan Hutchison. Jaksa Agung Panama bahkan mengajukan pernyataan di pengadilan yang menyebut perpanjangan kontrak dengan Hutchison pada tahun 2021 sebagai “inkonstitusional.”
Penjualan ini diharapkan dapat mengurangi tekanan yang selama ini dihadapi Panama terkait dengan kehadiran Hutchison di negara tersebut. Hutchison pertama kali terlibat di Panama pada tahun 1997 setelah penyerahan Terusan Panama berdasarkan perjanjian dengan Amerika Serikat. Perusahaan ini mengelola terminal di kedua ujung Terusan Panama, yakni di Balboa dan Cristobal, dan saat ini memegang konsesi yang diperpanjang hingga 2047.
Namun, Frank Sixt, Co-Managing Director CK Hutchison, menegaskan bahwa transaksi ini “bersifat komersial dan tidak ada kaitannya dengan isu politik terkait Pelabuhan Panama.”
Sebagai bagian dari kesepakatan ini, proses transfer terminal di Panama akan memerlukan persetujuan dari Pemerintah Panama atas persyaratan yang diusulkan.
The Wall Street Journal melaporkan BlackRock telah menginformasikan rencana ini kepada pemerintah Trump dan Kongres AS. Sixt juga mengungkapkan kesepakatan ini merupakan hasil dari proses yang cepat, terpisah, dan kompetitif, dengan banyak tawaran dan minat yang diterima.
CK Hutchison diperkirakan akan menerima lebih dari $19 miliar setelah dikurangi bunga dan pelunasan pinjaman. Wall Street Journal juga mencatat transaksi ini akan menjadi akuisisi infrastruktur terbesar yang pernah dilakukan BlackRock.
MSC Semakin Agresif
MSC, yang agresif memperluas jangkauan bisnisnya, baru-baru ini menyelesaikan kesepakatan untuk mengakuisisi 49 persen operasi terminal di Hamburg dan melakukan akuisisi serupa di pasar global utama tahun lalu.
Diego Aponte, Ketua TiL dan Presiden MSC Group, mengomentari kesepakatan ini dengan mengatakan, “Kami sangat fokus pada industri ini, dan kami yakin bahwa investasi di Hutchison Ports akan memberikan hasil yang sangat layak secara komersial.”
Kesepakatan ini disusun dengan bantuan Global Infrastructure Partners (GIP), yang baru saja diakuisisi oleh BlackRock tahun lalu. GIP memiliki fokus pada sektor energi, transportasi, serta infrastruktur limbah dan air, termasuk akuisisi sektor energi angin lepas pantai AS pada 2024.

