Sebagai bagian dari upaya percepatan distribusi logistik untuk mendukung penanganan dampak bencana alam yang terjadi di akhir bulan Nopember hingga pertengahan Desember, IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memfasilitasi rangkaian pengiriman bantuan bencana melalui Terminal Operasi 3 (TER3) Pelabuhan Tanjung Priok ke wilayah Sumatera, khususnya Provinsi Aceh.
Pengiriman bantuan ini adalah kolaborasi dan sinergi antara IPC TPK, shipping line PT Temas Tbk (Temas), institusi Pemerintah melalui Kementerian PUPR (Kemen PUPR), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), KSOP Utama Tanjung Priok (KSOP Priok), asosiasi pelayaran INSA serta PT Pertamina (Persero).
IPC TPK sebagai bagian dari Pelindo menegaskan kesiapan untuk terus berkolaborasi mendukung pemerintah dalam berbagai program strategis, khususnya dalam memastikan kecepatan, keandalan, dan kesinambungan distribusi logistik nasional, termasuk dalam penanganan bencana alam.
Rangkaian distribusi bantuan ini dikirim menggunakan dua kapal, yakni MV Belik Mas V 8325 dengan rute Balikpapan – Jakarta dan KM Barito Mas V 96 dengan rute Jakarta – Lhokseumawe.
MV Belik Mas V 8325 sandar di Terminal Operasi 3 (TER3) Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat, 19 Desember 2025 lalu melakukan discharge muatan petikemas.
Selanjutnya pada Sabtu, 20 Desember 2025 dilakukan transhipment muatan ke KM Barito Mas V 96 sebelum bertolak menuju Pelabuhan Lhokseumawe.
Pelepasan keberangkatan KM Barito Mas V 96 secara langsung dilakukan oleh Menteri Perhubungan serta stakeholder terkait sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam memastikan kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan ke Aceh.

Bantuan yang dikirimkan mencakup 12 petikemas ukuran 20 feet berisi bantuan dari Kemen PUPR, Temas, DPP INSA, Masyarakat Lhokseumawe di Jakarta dan bantuan dari Komunitas Petualang Nusantara.
Selain muatan petikemas, bantuan juga meliputi kendaraan dan muatan lepas, antara lain 2 unit truk tangki, 3 unit mobil box instalasi pengolahan air serta 4 unit instalasi pengolahan air sebagai bagian dari dukungan logistik bagi wilayah terdampak bencana.
Dukungan logistik tambahan turut disalurkan oleh PT Pertamina (Persero) berupa drum BBM dan LPG guna mendukung kebutuhan energi dan operasional di wilayah terdampak.
“Kelancaran proses bongkar dan muat menjadi faktor penting dalam memastikan bantuan dapat segera diteruskan ke wilayah terdampak. Sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan distribusi bantuan kemanusiaan, IPC TPK memberikan pembebasan biaya handling atas proses bongkar dan muat bantuan dengan estimasi nilai mencapai Rp 24 juta” ujar Pramestie Wulandary, Corporate Secretary dan Hubungan Eksternal PT IPC Terminal Petikemas.

