Industri pelayaran, khususnya sektor pelayaran peti kemas, berhasil menghindari potensi krisis kelebihan kapasitas pada tahun 2024, berkat faktor yang tak terduga sebelumnya, yaitu Krisis Laut Merah. Konflik di kawasan tersebut memaksa armada kapal untuk mengambil rute yang lebih panjang, mengelilingi Tanjung Harapan di Afrika, alih-alih melewati jalur Laut Merah yang berbahaya. Fenomena ini terbukti menjadi penyeimbang yang efektif bagi kapasitas global, yang mengalami lonjakan signifikan pada tahun 2024.
Menurut laporan dari Alphaliner, dengan tambahan hampir 3 juta TEU, kapasitas armada peti kemas global tumbuh pesat hingga 10,6% pada tahun 2024. Walaupun banyak yang khawatir dengan potensi banjir kapasitas yang berlebihan, kenyataannya kapal-kapal tambahan ini sebagian besar diserap oleh rute perdagangan Asia-Eropa. Keputusan untuk mengalihkan rute pelayaran melalui Tanjung Harapan, yang lebih panjang dan memakan waktu, menjadi faktor penting dalam mencegah overcapacity.
Menurut Alphaliner, pengalihan rute ini berkontribusi besar terhadap pengurangan kelebihan kapasitas, dengan perdagangan Asia-Eropa menyerap 1,76 juta TEU, atau sekitar 59% dari total pertumbuhan armada global. Waktu pelayaran yang lebih panjang, yang mengharuskan kapal melewati rute Cape, secara efektif mengurangi tonase yang menganggur, menjaga tingkat penggunaan armada tetap tinggi.
Pada akhir tahun, hanya 0,6% dari armada peti kemas global yang tetap menganggur secara komersial—sebuah angka yang sangat rendah dibandingkan dengan prediksi awal tentang potensi kelebihan kapasitas.
Alphaliner bahkan mencatat, “Tahun 2024 akan dikenang dalam sejarah pelayaran sebagai tahun pertama Krisis Laut Merah yang menguntungkan, sama seperti 2021 dan 2022 kini dikenal sebagai tahun ‘COVID-19 yang menguntungkan’.”
Meskipun industri pelayaran terus menerima pengiriman kapal baru dan kapasitas armada terus berkembang, dengan beberapa operator masih menunggu kedatangan kapal baru, situasi kapasitas global tetap seimbang dan stabil. Ini bertentangan dengan prediksi sebelumnya yang memperkirakan adanya kelebihan pasokan yang besar.
Secara keseluruhan, meski ada tantangan besar di Laut Merah, industri pelayaran global mampu beradaptasi dengan baik, menjaga kapasitas armada yang seimbang dan melindungi sektor ini dari dampak overcapacity yang mungkin timbul. Krisis Laut Merah, meskipun tragis, menjadi pemicu yang justru memperkuat daya tahan dan efisiensi pelayaran internasional di tahun 2024.

