kiri-kanan: Totok Purwanto (Moderator), Indra Hidayat Sani, Budi MR, dan Paulus Cahya Ndaru.
Dalam salah satu acara bersama wartawan, GM TPK Koja Indra Hidayat Sani, menyatakan rasa optimisme akan kegiatan usaha TPK Koja, sebagai salah satu dari 5 terminal peti kemas internasional yang beroperasi di Tanjung Priok, akan meningkat, bahkan melampui target.
Dalam paparannya, GM Indra menjelaskan throughput terminal ini pada tahun 2023 mencapai 966.100 TEUs, meningkat 7,81% (yoy), dari 896.132 TEUs pada tahun 2022. Angka ini juga melampaui target tahunan (RKAP) 2023 yang ditetapkan sebesar 936.305 TEUs, atau 3,28% di atas target.
GM TPK Koja itu sangat optimis dengan prospek tahun 2024, karena perusahaan terus berinvestasi pada teknologi dan infrastruktur untuk meningkatkan kualitas layanan mereka di masa depan, seperti dalam dua tahun ke depan, TPK Koja akan menambah alat bongkar “enviromental-friendly” 3 unit crane jenis Post Panamax dan RTG bertenaga listrik, lalu penguatan kekuatan dermaga (prediksi Mei 2024), dan rencana value-added lainnya untuk kustomer.
Dari sisi pendapatan, terminal kerjasama operasi (KSO) antara operator pelabuhan BUMN PT Pelindo dan Hutchison Port Indonesia (HPI) ini telah menetapkan target tahunan perusahaan tahun 2024 (RKAP 2024) mencapai throughput sebesar 949.050 TEUs (dibandingkan RKAP 2023 sebesar 936.305 TEUs), dan laba bersih sebesar Rp 228,5 miliar (laba bersih unaudited tahun 2023 yang mencapai lebih dari Rp 182 miliar).
Transhipment
Dalam acara yang sama, TPK Koja juga mengundang Budi Muljono Rahman, Chief Trade Officer Meratus Line, dan Steven, perwakilan Meratus Jakarta, sebagai narasumber acara diskusi studi kasus di pelabuhan.
Dalam penjelasannya, Budi mengatakan posisi Pelabuhan Tanjung Priok dengan segala fasilitas yang dimilikinya berpotensi untuk ditingkatkan menjadi International Hub Port.
Namun, lanjut Budi, potensi itu masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti: Ekspor dari Sumatera bagian timur, masih dilakukan dari Singapura dan Malaysia (Port Klang dan Tanjung Pelepas), banyaknya standar prosedur dari regulasi Ekspor-Impor dari pihak Bea Cukai, dan timbulnya cost besar akibat double berthing dari terminal domestik ke internasional
Saat ini, Meratus telah melayani rute pelayaran transhipment tersebut. Budi mencontohkan rute pelayaran Jakarta – Surabaya – Kupang – Dili (Timor Leste) – Matukea (Papua Nugini) – Lae (Papua Nugini) – Jakarta. Sedangkan untuk internasional, Meratus telah melayani rute pelayaran ke Malaysia, Singapura, China dan India.
Akhir diskusi Budi optimis akan kemajuan TPK Koja, dan Meratus berkomitmen untuk mendukung Pelabuhan Tanjung Priok sebagai International Hub Port, yang sejalan dengan semangat perusahaan pelayaran tersebut untuk menjadi penggerak konektivitas logistik nasional.

Media Gathering
Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) menggelar acara kegiatan Media Gathering sekaligus diskusi kepelabuhanan pada Senin dan Selasa (19 – 20 Peb, 2024), di Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI), Bogor.
Kegiatan yang bertujuan memperat tali silahturami berkelanjutan antara TPK Koja dengan wartawan, diikuti 31 insan media baik cetak dan online, yang tergabung dalam Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami).
Hadir dalam acara tersebut jajaran pimpinan mulai dari General Manager TPK Koja, Indra Hidayat Sani, DGM Operation & Information – Achmad Syaichu, DGM Tehnik – Uzaimah, DGM Finance – Aftina Weidarini, DGM HR & Administration – Yana Pratapa, DGM Komersial – Benny Ariadi, seluruh jajaran manajemen TPK Koja lainnya, serta pengurus dan anggota Forwami.

