Skip to content

Laba Naik Tajam, OOCL Akan Bagikan Dividen $1,32 per Saham

OOCL (Orient Overseas Container Line) membukukan kinerja keuangan yang positif pada tahun 2024. Baik revenue maupun laba tercatat mengalami pertumbuhan double digit, mendorong perusahaan anak usaha COSCO shipping yang berbasis di Hong Kong tersebut untuk membagikan deviden yang cukup besar kepada pemegang saham.

Dalam laporan keuangan yang baru saja di-release, pendapatan OOCL pada tahun 2024 tercatat sebesar $10,7 miliar, naik dari $8,34 miliar pada tahun 2023. Laba operasi juga juga naik, menjadi $2,62 miliar, $1,41 miliar (2023).

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Sementara itu, laba per saham tumbuh menjadi $3,90, dari $2,07 pada tahun 2023. Laba yang didistribusikan kepada pemegang saham tercatat mencapai $2,58 miliar, melonjak signifikan dari $1,37 miliar pada tahun 2023.

Sebagai bagian dari hasil positif tersebut, OOCL akan merekomendasikan dividen sebesar $1,32 per saham, yang akan diputuskan pada rapat tahunan yang digelar pada bulan Mei.

Segmen transportasi dan logistik kontainer OOCL menjadi pendorong utama kinerja yang solid ini, dengan laba sebelum pajak mencapai $2,64 miliar. Perusahaan mencatatkan keuntungan berkat pemulihan perdagangan global yang terus berlanjut, meskipun pasar tetap menghadapi dinamika yang kompleks.

Penambahan armada yang dioperasikan turut mendorong kenaikan pendapatan perusahaan. Selama tahun 2024, ada tambahan tujuh kapal baru yang dioperasikan dan enam kapal sewa dengan kapasitas masing-masing 13.000 TEU.

OOCL juga terus memperkuat kemitraannya dengan anggota Ocean Alliance, yakni Cosco, CMA CGM dari Prancis, dan Evergreen Marine dari Taiwan, yang merupakan aliansi terbesar dalam industri pengiriman laut.

“Meskipun prospek ke depan masih penuh ketidakpastian, kami siap memanfaatkan peluang dan menghadapi tantangan yang ada,” ujar OOCL dalam website resminya.

“Kami akan terus memenuhi komitmen kepada pelanggan dengan menawarkan layanan yang berkualitas tinggi dan andal.”

OOCL menggarisbawahi sejumlah tantangan bisnis pelayaran tahun ini termasuk ketegangan geopolitik, ketidakpastian ekonomi, dan kekhawatiran terkait kelebihan kapasitas industri.

Meskipun demikian, perusahaan menyatakan keyakinannya terhadap strateginya dengan COSCO, efisiensi operasional, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi pasar yang terus berubah.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah ketegangan yang terjadi di Laut Merah-Terusan Suez, yang menghambat pengiriman oleh operator besar, meskipun pengalihan rute kapal dari Asia menuju Eropa, Mediterania, dan Amerika Serikat turut mengurangi kapasitas pasar dan meningkatkan tarif.

Di sisi lain, meskipun ada potensi pembukaan kembali rute Laut Merah, penambahan kapal baru dan perubahan dinamika pasar memberikan tantangan tambahan bagi operator.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Namun, OOCL tetap optimis dalam menjalankan strategi bisnisnya dan berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di pasar global.