Sejak mencapai titik tertinggi dalam Sejarah yakni saat pandemi Covid-19, tariff angkutan petikemas (ocean freight) terus mengalami penurunan. Namun, penurunan tersebut tidak pernah kembali ke level sebelum pandemi. Hal ini membuat pengamat pelayaran menamakannya sebagai tarif ‘new normal’.
Menurut Indeks Peti Kemasan World Container Index (WCI) Drewry terbaru, tarif gabungan untuk pengiriman peti kemas kembali turun sebesar 7% dari minggu sebelumnya, menjadi $2.368/FEU (40ft). Ini merupakan nilai terendah sejak Januari 2024.
Namun, meskipun penurunan tersebut mencapai 77% dibandingkan puncaknya pada September 2021 (sebesar $10.377), tarif saat ini tetap 67% lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata sebelum pandemi yang hanya $1.420 pada tahun 2019.
Indeks gabungan rata-rata tahun berjalan ditutup pada $3.205/FEU, sedikit lebih tinggi daripada rata-rata 10 tahun sebesar $2.884/FEU. Angka rata-rata ini tinggi lonjakan luar biasa yang terjadi pada masa pandemi (2020-2022).
Penurunan ini, menurut Drewry, terjadi pada semua rute pengiriman utama:
• Shanghai ke Genoa, Italia: Turun 11% ($412) menjadi $3.333 per kontainer 40 kaki.
• Shanghai ke Los Angeles: Turun 8% ($260) menjadi $2.906.
• Shanghai ke New York: Turun 7% ($282) menjadi $4.038.
• Shanghai ke Rotterdam, Belanda: Turun 5% ($124) menjadi $2.512.
Beberapa rute mengalami sedikit peningkatan, termasuk Rotterdam ke Shanghai, New York ke Rotterdam, dan Rotterdam ke New York, yang masing-masing naik 1%, menjadi $490, $854, dan $2.373/FEU.
Drewry memprediksi tarif pengiriman masih akan mengalami penurunan dalam beberapa minggu mendatang. Hal ini diperkirakan akan terjadi seiring dengan peningkatan kapasitas pengiriman kontainer, seperti kapal baru yang mulai beroperasi dan kembalinya operator besar ke rute-rute utama seperti Laut Merah dan Terusan Suez.
Namun, penurunannya tidak akan menyentuh angka sebelum pandemi yang menurut Drewry sebagai tariff ‘new normal’ dalam industry pelayaran.

