Aksi Mogok Serikat Pekerja Pelabuhan Perancis Picu Turunnya Shipcall Hingga 50%

Aksi mogok yang dilakukan serikat pekerja pelabuhan di Perancis menyebabkan turunnya kunjungan kapal ke beberapa pelabuhan di negara tersebut. Diperkirakan, aksi yang secara berkala dilakukan sejak Desember tahun lalu, menyebabkan turunnya kunjungan kapal (shipcall) hingga 50% pada bulan ini (Januari).

Surat kabar Perancis Les Echos melaporkan serikat pekerja pelabuhan yang berafiliasi dengan CGT kembali melakukan mogok selama 72 jam terhitung mulai Rabu, 22 Desember kemarin.

Ini merupakan lanjutan dari rangkaian dari aksi mogok serikat pekerja pelabuhan yang dimulai sejak Desember tahun lalu yang memprotes usulan pemerintah terkait pembaharuan gaji pensiun. Minggu lalu, serikat pekerja juga sudah melakukan mogok selama tiga hari.

Pelabuhan container terbesar di negara tersebut, Le Havre, akan mengalami kerugian besar dari aksi tersebut. Kepada Les Echos, Ketua Asosiasi Pelayaran dan Agen Pelayaran (GHAAM) Véronique Lepine, menyampaikan kunjungan kapal ke Le Havre turun sebesar 25% pada bulan Desember. Sedangkan pada bulan Januari, penurunannya akan lebih tinggi, hingga mencapai 50%.

“Karena seringnya penundaan dan adanya biaya tambahan yang dikeluarkan sebagai dampak dari aksi ini, sebagian dari pengguna jasa mengalihkan pengiriman barangnya ke pelabuhan lain di Eropa, termasuk ke Antwerp (Belgia),” kata Lepine.

Secara nasional, dampak ekonomi dari aksi mogok ini diperkirakan mencapai puluhan juta Euro.

Hingga saat ini baik pelabuhan Le Havre maupun Marseille (pelabuhan terbesar kedua di Perancis) belum menyampaikan secara resmi terkait besaran kerugian sebagai dampak dari mogok ini. Sejumlah media, termasuk Lloyd’s Loading List, sudah berupaya untuk melakukan konfirmasi, namun belum ditanggapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *