Skip to content

Sejumlah Pelayaran Pindah dari Tanjung Pelepas ke Singapura, Pelayaran Apa Saja?

Sejak 1 Februari kemarin, dunia pelayaran mengalami perubahan signifikan dengan perombakan besar-besaran pada aliansi pelayaran yang mengoperasikan jalur perdagangan utama Asia-Eropa dan Asia Amerika.

Di antara aliansi yang ada, Ocean Alliance, yang terdiri dari COSCO, OOCL, CMA CGM, dan Evergreen, merupakan satu-satunya yang mempertahankan komposisi dan skema lama. Sementara itu, THE Alliance kini berubah menjadi Premier Alliance dengan anggota utama Ocean Network Express (ONE), HMM, dan Yang Ming Marine Transportation.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Mediterranean Shipping Co. (MSC), di sisi lain, memilih untuk berjalan secara independen dan mengakhiri aliansinya dengan Maersk dalam kemitraan 2M yang telah berlangsung lama. MSC akan mengembangkan pelayarannya sendiri tanpa bergabung dengan aliansi apapun, mengambil alih rute 2M dan menjalankan sebagian besar operasionalnya secara mandiri.

Maersk, yang kini berkolaborasi dengan Hapag-Lloyd, membentuk aliansi baru yang disebut Gemini Alliance. Konsep yang diterapkan juga mengalami perubahan, dengan penekanan pada layanan yang lebih berfokus pada rute yang berbeda. Gemini Alliance, berbeda dari aliansi lainnya yang mengutamakan direct shipment, akan mengadopsi konsep hub & spoke, mengandalkan layanan transshipment di beberapa hub.

Masing-masing aliansi memiliki keunggulan dan keunikan dalam layanan. Ocean Alliance, misalnya, akan mendominasi jalur Trans-Pasifik dengan 15 pelayaran menuju USWC (Pantai Barat) dan delapan pelayaran menuju USEC (Pantai Timur). Aliansi ini juga akan memperluas jangkauan ke Eropa Utara dengan menambah layanan ketujuh, yang memperkuat cakupan mereka, sebanding dengan MSC.

MSC diperkirakan akan tetap menjadi pemain dominan di jalur Mediterania, dengan jalur Swiss yang menawarkan enam layanan mingguan.

Perubahan besar pada struktur aliansi ini akan berdampak signifikan pada layanan dan port of call serta medorong pelayaran untuk berpindah dari pelabuhan yang sebelumnya menjadi pusat layanan mereka untuk satu kawasan ke pelabuhan lain.

Tanjung Pelepas akan menjadi salah satu pelabuhan yang paling terkena dampak, mengapa?

PERPINDAHAN BESAR-BESARAN

Perpindahan besar-besaran port of call akan terjadi, salah satunya dari Pelabuhan Tanjung Pelepas (PTP) ke Pelabuhan Singapura, baik oleh MSC, yang sebelumnya tergabung dalam 2M dan kini beroperasi secara mandiri, maupun oleh para anggota Ocean Alliance.

Sementara itu, Gemini Alliance akan memindahkan beberapa pelayaran ke Tanjung Pelepas, menjadikannya sebagai hub utama mereka.

Evergreen, anggota Ocean Alliance, akan segera memindahkan operasionalnya ke Singapura. Selain itu, MSC yang sebelumnya rutin ke Tanjung Pelepas melalui aliansi 2M juga akan berpindah ke Singapura setelah berakhirnya aliansi tersebut pada akhir Januari. Maersk akan bergabung dengan Hapag-Lloyd untuk membentuk Gemini, sementara MSC akan beroperasi secara mandiri.

Namun, perubahan ini tidak akan terjadi serentak. Johan Sigsgaard, Kepala Produk Maersk – Ocean, menjelaskan bahwa transisi ke jaringan baru ini akan berlangsung secara bertahap selama tiga bulan.

“Kapal-kapal yang saat ini beroperasi dalam layanan 2M akan menyelesaikan rotasi mereka terlebih dahulu. Kapal yang berangkat dari Asia hari ini akan tetap menjalankan rotasi 2M hingga seluruh perjalanan pulang-pergi mereka selesai,” ujar Sigsgaard. “Kami baru akan melihat kapal terakhir dari armada 2 juta TEU pindah ke layanan Gemini sekitar bulan Mei. Kinerja jaringan ini baru akan terlihat secara menyeluruh pada bulan Juni,” tambahnya.

Berdasarkan jadwal layanan yang dipublikasikan oleh eeSea, dua layanan Ocean Alliance Asia-Eropa Utara yang sebelumnya singgah di Pelabuhan Tanjung Pelepas (PTP), yakni NEU6 dan NEU7, akan menghentikan kunjungan mereka mulai Februari. Kapal-kapal ini akan dialihkan ke Singapura. Kedua layanan tersebut memiliki kapasitas sebesar 63.000 TEU dan 46.000 TEU per bulan.

Saat ini, tidak ada perubahan yang diumumkan untuk lima layanan intra-Asia regional dan tiga layanan feeder yang dioperasikan oleh Evergreen ke PTP.

Selain itu, layanan Asia-Eropa milik MSC, dengan kapasitas 44.000 TEU per bulan, juga akan keluar dari PTP mulai Februari, karena MSC akan meluncurkan jaringan mandirinya. Layanan baru MSC ini akan mencakup call ke Vung Tao dan Kolombo, yang merupakan dua port of call baru MSC di Asia yang non-Tiongkok.

BERTAHAP

Menurut Jensen, peluncuran jaringan Gemini juga tidak akan dilakukan sekaligus. Prosesnya akan berlangsung secara bertahap, dengan kapal-kapal yang sebelumnya beroperasi dalam rotasi 2M diharapkan menyelesaikan perjalanan mereka sebelum beralih ke jalur Gemini. Proses ini diperkirakan akan memakan waktu tiga hingga empat bulan.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

“Saat Gemini beroperasi penuh, kami akan menangani 30% lebih banyak pemindahan kontainer di terminal hub kami,” ujar Jensen. “Kami telah memperluas fasilitas di Port Said, Tangiers, Rotterdam, dan Salalah, yang kini memiliki kapasitas yang lebih besar, serta pengembangan serupa di Pelabuhan Tanjung Pelepas.”