Skip to content

Tambah Armada LCT, Pelayaran Jaya Hidup Baru Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia

PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (IDX:PJHB / Perseroan) masuk dalam daftar efek syariah menjelang debut perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (6 Nopember 2025), dikutip dari IDXCahnnel.com.

Penetapan ini berdasarkan Keputusan Nomor: KEP-35/PM.02/2025 dan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor: KEP-28/D.04/2025 tanggal 22 Mei 2025 tentang Daftar Efek Syariah.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Dengan demikian, penetapan PJHB sebagai saham syariah berlaku efektif mulai 6 November 2025 sampai dengan review Daftar Efek Syariah (DES) berikutnya oleh OJK.

“Sehubungan dengan telah ditetapkannya Saham PJHB sebagai Daftar Efek Syariah (DES) oleh OJK, kami sampaikan daftar saham yang digunakan untuk penghitungan Indeks Saham Syariah Indonesia yang berlaku efektif mulai tanggal 6 November 2025,” tulis pengumuman BEI pada Rabu (5 Nopember).

Secara periodik OJK akan melakukan review atas Daftar Efek Syariah berdasarkan Laporan Keuangan Tengah Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan dari Emiten atau Perusahaan Publik.

Adapun PJHB akan melepas 480 juta saham atau setara 25 persen dari total saham yang dikeluarkan dari portepel.

Dengan harga Initial Public Offering (IPO) yang ditetapkan sebesar Rp 330, maka perseroan memperoleh dana Rp 158 miliar sebelum dikurangi biaya emisi dan biaya lain terkait IPO.

Bersamaan dengan IPO, perseroan juga menerbitkan 240 juta Waran Seri I atau sebesar 16,67 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.

Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal penjatahan.

Perseroan yang bergerak di bidang transportasi dan logistik ini akan menggunakan seluruh dana IPO setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, untuk pembangunan 3 unit armada kapal baru dengan jenis Landing Craft Tank (LCT).

“Tujuan pembangunan tiga unit kapal LCT baru adalah untuk mendukung pengembangan bisnis perseroan guna memenuhi kebutuhan permintaan pengangkutan alat berat hingga kontainer dari klien,” kata manajemen PJHB.

Profil PJHB

Dikutip dari berbagai sumber, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru adalah perusahaan yang bergerak di bidang Angkutan Laut Perairan Pelabuhan Dalam Negeri untuk barang berupa alat berat dan kontainer dengan kapal jenis (vessel chartering) jenis Landing Craft Tank (LCT) dan jasa pengangkutan alat berat sejak tahun 2008.

Berdasarkan prospektus PJHB (22 Oktober 2025), struktur kepemilikan atau permodalan sesuai anggaran dasar perseroan yang terakhir kali diubah pada Juli 2025 adalah sebagai berikut:

  • Hero Gozali 720 juta saham – 50 persen
  • Go Sioe Bie 144 juta saham – 10 persen
  • Adelia Aryni Setyawan 244,80 juta saham – 17 persen
  • Nixen Samuel Gozali 144 juta saham – 10 persen
  • Nissien Immanuela Gozali 144 juta saham – 10 persen
  • Monica Chandrasa 43,20 juta saham – 3 persen

Setelah IPO pada Kamis (6 Nopermber 2025), maka struktur kepemilikannya akan diubah menjadi sebagai berikut:

  • Hero Gozali 720 juta saham – 37,5 persen
  • Go Sioe Bie 144 juta saham – 7,5 persen
  • Adelia Aryni Setyawan 244,80 juta saham – 12,75 persen
  • Nixen Samuel Gozali 144 juta saham – 7,5 persen
  • Nissien Immanuela Gozali 144 juta saham – 7,5 persen
  • Monica Chandrasa 43,20 juta saham – 2,25 persen
  • Masyarakat 480 juta saham – 25 persen

Sejak awal berdiri, PJHB terus melakukan ekspansi dan pengembangan bisnis untuk memenuhi kebutuhan berbagai jenis layanan kargo.

Perseroan melayani pengangkutan alat berat seperti peralatan minyak dan gas untuk industri petroleum, alat berat untuk sektor pertambangan dan perkebunan (seperti: dump truck, excavator, wheel loader, bulldozer, trafo, dan derek), serta mesin pabrik dan pembangkit tenaga listrik (seperti: boiler, pipa, transformator PLN, generator, dan tanker).

Hingga saat ini, Perseroan yang berkantor di Samarinda, Kalimantan Timur, memiliki armada sebanyak 5 unit kapal dengan kapasitas angkut antara 1.300 metrik ton hingga 2.500 metrik ton.

PJHB menawarkan jasa angkutan laut untuk barang berupa alat berat dan kontainer terbagi dalam 2 jenis jasa yaitu freight charter dan time charter, dengan lingkup pelayanan mampu menjangkau kebutuhan logistik klien di berbagai wilayah Indonesia.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Armada kapal yang dikelola oleh Perseroan melayani berbagai rute pelayaran dengan cakupan area yaitu Pulau Jawa (Jakarta, Surabaya dan Lamongan), Pulau Kalimantan (Samarinda, Sangatta, Senyiur, Melak, Suaran, Lati, Berau, Banjarmasin, Sungai Puting dan Kelanis), Pulau Sulawesi (Morowali, Halmahera Weda), Pulau Nusa Tenggara (Benete) dan Pulau Papua (Sorong).