Transit kapal harian melalui Terusan Panama diprediksi akan tetap di bawah kapasitas penuh pada tahun 2026. Hal ini disebabkan oleh peningkatan beban impor Amerika Serikat yang terdampak tarif serta melemahnya permintaan di pesisir Timur dan Teluk, demikian laporan Journal of Commerce, New York.
Terusan Panama memiliki kapasitas maksimum untuk menangani 36 kapal setiap hari. Namun, Otoritas Terusan Panama (ACP) memproyeksikan rata-rata hanya 33 transit kapal per hari pada tahun 2026. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelum kekeringan yang sempat melanda wilayah tersebut.
Ricaurte Vasquez Morales, Administrator ACP, mengingatkan bahwa “terburu-buru mengimpor sebelum tarif diberlakukan adalah ‘makanan untuk hari ini dan kelaparan untuk hari esok’,” menandakan adanya risiko jangka panjang dari lonjakan impor sesaat.
Pada Agustus 2025, Terusan Panama mencatat rata-rata 32,5 transit kapal harian, naik dibandingkan 30,9 pada tahun sebelumnya. Namun, kanal ini terakhir beroperasi dengan kapasitas penuh pada 2022. Kekeringan yang terjadi sepanjang 2023 dan 2024 memaksa ACP membatasi jumlah kapal yang melintas, dengan titik terendah hanya 25 kapal per hari pada November 2023.
Kapal kontainer sendiri menyumbang sekitar 24 persen dari total transit kanal dalam delapan bulan pertama 2025, namun memberikan kontribusi pendapatan sebesar 45 persen. Dalam anggaran ACP tahun 2026 yang disetujui Agustus lalu, diperkirakan volume transit akan turun sekitar 400 juta ton dibandingkan 2025.
Morales menjelaskan, pendapatan dari kanal menyumbang sekitar 20 hingga 25 persen dari total pendapatan pemerintah Panama. Ia mengingatkan pentingnya menahan ekspektasi berlebihan terkait kinerja kanal. Selain itu, ACP tengah menyiapkan investasi besar senilai US$1,6 miliar untuk proyek Danau Rio Indio. Proyek ini bertujuan memperkuat pasokan air melalui pembendungan sungai dan dijadwalkan mulai konstruksi pada 2027.
Morales juga menyatakan bahwa kanal kini lebih siap menghadapi kondisi air rendah dan fenomena iklim ekstrem seperti El Nino, yang semakin sering terjadi.

