Skip to content

VASI Shipping, Pelayaran yang Pernah Layani Direct Call Indonesia-Timur Tengah, Dinyatakan Bangkrut

Foto: Kapal MV Asterios milik VASI Shipping saat call perdana ke Terminal Teluk Lamong pada pertengahan Desember 2023

VASI Shipping, perusahaan pelayaran asal Singapura, secara resmi mengajukan permohonan bangkrut. Perusahaan yang telah beroperasi selama 13 tahun ini tercatat memiliki utang sebesar US$19 juta kepada para kreditor.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Sebelum mengajukan bangkrut, VASI Shipping mengoperasikan tiga kapal dalam jaringan pelayaran intra-Asia. Ketiga kapal tersebut telah dijual baru-baru ini sebagai upaya untuk melunasi sebagian kewajiban finansial.

“Kesenjangan antara tarif sewa kapal dan tarif angkutan masih terlalu besar, dan kini telah memakan korban pertamanya,” ujar analis dari Linerlytica dalam laporan terbarunya.

Pertemuan dengan para kreditor dijadwalkan berlangsung di Singapura pada 28 April mendatang.

Pada akhir tahun 2023, VASI Shipping sempat merintis layanan direct call dari Indonesia ke Timur Tengah melalui Terminal 3 Tanjung Priok IPC TPK dan Terminal Teluk Lamong (TTL), Surabaya. Rute pelayaran mencakup Surabaya – Jakarta – Port Klang (Malaysia) – Nhava Sheva – Jebel Ali – Dammam. Layanan ini menggunakan kapal berkapasitas 1.300 TEUs dengan frekuensi dua minggu sekali.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Sayangnya, layanan tersebut tidak bertahan lama dan dihentikan sekitar April 2024. Padahal, saat itu pasar ekspor Indonesia ke India dan Timur Tengah menunjukkan potensi yang menjanjikan, dengan tingkat keterisian (load factor) melebihi 90%. Bahkan, pada pelayaran perdananya, jumlah muatan dari Indonesia mencapai sekitar 1.200 TEUs dari total kapasitas kapal 1.300 TEUs.