Skip to content

Q1, Maersk Catat Pertumbuhan Volume 9.3% di Tengah Tekanan Industri Pelayaran

Perusahaan pelayaran dan logistik asal Denmark, A.P. Moller – Maersk, membukukan kinerja positif pada kuartal pertama (Q1) 2026 di tengah tekanan tarif angkutan dan ketidakpastian geopolitik global. Pertumbuhan volume tercatat di seluruh lini bisnis perusahaan, mulai dari Ocean, Logistics & Services, hingga Terminal.

CEO Maersk, Vincent Clerc, mengatakan permintaan pasar tetap kuat di sebagian besar kawasan sehingga mendorong pertumbuhan volume pada ketiga segmen bisnis perusahaan.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

“Volatilitas pasar masih tinggi dan kelebihan pasokan industri terus menekan tarif angkutan,” ujar Clerc dalam pernyataan resmi perusahaan.

Meski demikian, Maersk menilai fleksibilitas jaringan bisnis Ocean miliknya mampu membantu efisiensi operasional. Perusahaan berhasil menekan biaya per unit hingga 7 persen di tengah gangguan rantai pasok akibat konflik di Timur Tengah.

Pada segmen Ocean, Maersk mencatat pertumbuhan volume muatan sebesar 9,3 persen dengan tingkat utilisasi aset mencapai 96 persen. Namun, rendahnya tarif pengiriman dan tingginya kapasitas kapal di industri pelayaran masih membebani profitabilitas bisnis tersebut.

Dalam laporan keuangan terbarunya, Maersk mencatat laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) sebesar 340 juta dollar AS, sementara EBITDA mencapai 1,8 miliar dollar AS. Kinerja tersebut ditopang oleh meningkatnya permintaan perdagangan kontainer global, terutama dari pertumbuhan ekspor China.

Divisi Ocean tercatat mengalami rugi EBIT sebesar 192 juta dollar AS pada kuartal pertama.

Sementara itu, divisi Logistics & Services membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,7 persen. Peningkatan tersebut didukung oleh kinerja angkutan udara dan layanan logistik regional yang lebih kuat, serta langkah efisiensi biaya yang terus dilakukan perusahaan. EBIT segmen ini naik menjadi 173 juta dollar AS dibandingkan 142 juta dollar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja positif juga terlihat pada bisnis Terminal. Volume peti kemas meningkat 4,3 persen dengan kenaikan pendapatan sebesar 6,7 persen. EBIT divisi ini naik menjadi 436 juta dollar AS, didorong peningkatan tarif dan pendapatan per pergerakan kontainer.

Dampak Konflik Relatif Terbatas

Maersk menyebut dampak konflik Timur Tengah terhadap permintaan dan kinerja keuangan kuartal pertama masih relatif terbatas. Hal itu karena bisnis Logistics & Services serta Terminal perusahaan memiliki eksposur yang rendah terhadap kawasan tersebut.

Di sisi investasi, Maersk terus melanjutkan modernisasi armada dan ekspansi infrastruktur logistik global. Perusahaan memesan delapan kapal dual-fuel berkapasitas 18.600 TEU yang dijadwalkan dikirim pada periode 2029 hingga 2030.

Selain itu, Maersk memperluas fasilitas logistik dan terminal di berbagai negara. Salah satunya melalui peluncuran fasilitas logistik di Singapura. Investasi juga terus dilakukan di Brasil, Vietnam, Meksiko, Arab Saudi, dan Jerman melalui operator terminalnya, APM Terminals.

Untuk sepanjang 2026, Maersk mempertahankan proyeksi pertumbuhan pasar kontainer global di kisaran 2 hingga 4 persen. Perusahaan memperkirakan pertumbuhan bisnisnya akan tetap sejalan dengan pertumbuhan pasar.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Namun, Maersk mengingatkan industri pelayaran masih menghadapi tantangan berupa kelebihan kapasitas kapal baru serta ketidakpastian terkait pembukaan kembali jalur pelayaran di Laut Merah dan Selat Hormuz.