Skip to content

Cerita-Cerita Dunia Shipping dan Logistics 2021 yang Patut Dikenang

Tahun 2021 patut dikenang dalam perjalanan industri shipping dan logistic. 2021 merupakan tahun kedua dunia dilanda COVID-19 yang ditandai dengan peningkatan permintaan impor AS, kongesti di sejumlah pelabuhan global, lonjakan tariff (freight rate) yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Tahun 2021 menciptakan banyak rekor dalam dunia shipping. Rekor dari sisi permintaan, kapasitas terpakai, tarif (freight rate), serta pendapatan dan keuntungan perusahaan pelayaran. Ada juga rekor dari sisi idle fleet, di mana jumlah kapal idle mencapai jumlah terkecil dalam sejarah pelayaran. Rekor-rekor ini sangat bagus tentunya. Namun, pada saat yang sama, industri ini juga membuat sejumlah rekor yang negatif: delay terlama dalam sejarah, reliability terendah, dan transit times terlama.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Berikut merupakan beberapa peristiwa bersejarah yang mempengaruhi kinerja shipping tahun 2021 dan patut diingat dan dikenang.

Ever Given Terjebak di Suez

Pada 23 Maret 2021, Kapal Ever Given kandas dalam keadaan melintang di Terusan Suez, menghalangi jalur pelayaran dalam dua arah. Dampaknya, ada sekitar 350 kapal terjebak dan harus menunggu selama beberapa minggu agar bisa lewat.

Kejadian Ever Given benar-benar memukau dunia. Kejadian ini sempat menjadi ‘meme’ di berbagai media sosial. Kisah Ever Given menjadi trending topic di Tweeter dan TikTok. Kargo-kargo yang mau dikirim ke Eropa dan Pantai Timur terjebak selama berminggu-minggu

Kapal Ever Given kandas di Terusan Suez Pada 23 Maret 2021

Kisah Ever Given pada bulan Maret mengalihkan isu utama saat itu: Kemacetan rantai pasok AS. Menurunnya produktivitas di sisi darat pada dua pelabuhan utama AS karena lockdown menyebabkan terganggunya rantai pasok dan ancaman kongesti di pelabuhan. Kongesti ini di kemudian hari akan terbukti.

Memang, kenaikan volume import AS yang begitu tajam sejak awal tahun menjadi cerita yang juga menyita perhatian. Kecomplangan yang begitu tinggi dalam perdagangan AS (impor jauh lebih tinggi dari ekspor) mungkin menjadi awal mula chaos yang terjadi pada industri ini. Volume impor mencapai rekor tertinggi dalam sejarah Amerika. Los Angeles dan Long Beach, yang menangani 40% impor AS, telah menjadi pusat masalah.

Jumlah Antrian Kapal Terbanyak, Waiting Time Terlama

Antrean kapal yang menunggu berlabuh di California Selatan pada bulan Januari mencapai 30 unit dan meningkat menjadi 40 pada 1 Februari. Antrian kapal di Los Angeles dan Long Beach pada bulan April juga mencatat rekor, mengalahkan rekor sebelumnya yang terjadi selama kerusuhan buruh pada 2014-2015.

Antrean kapal di Pelabuhan Long Beach, AS pada Oktober 2021

Antrean turun menjadi hanya sembilan kapal kontainer pada akhir Juni, memacu harapan bahwa kemacetan akan teratasi. Harapan itu dengan cepat pupus saat musim puncak meningkat. Jumlah antrian mulai naik lagi. Rekor 1 Februari dilampaui pada akhir Agustus.

Namun, pada bulan Oktober, antrian kapal kembali naik tajam, bahkan begitu fantastis. Tercatat ada 80 kapal kontainer terpaksa antri untuk berlabuh di Pelabuhan Los Angeles dan Long Beach. Jumlahnya terus meningkat hingga 96 unit pada awal Desember dan bahkan pada pertengahan Desember mencapai 102 unit. Angka antrian ini tidak pernah terjadi dalam sejarah Pelabuhan di AS sebelumnya.

Dampak insiden Ever Given yang begitu heboh pada Maret ternyata tidak ada apa-apanya dibanding dampak antrian Los Angeles dan Long Beach. Efek Ever Given berlangsung berminggu-minggu. Tetapi, chaso Los Angeles dan Long Beach kini telah berlangsung selama satu tahun, seolah tanpa akhir,  bahkan berlanjut hingga tahun ini (2022).

Kenaikan Freight Rate Tak Terkendali

Pada 2021, freight rate mengalami kenaikkan yang tak terkendali sejak awal tahun hingga akhir tahun. Tingginya permintaan (demand) dinilai menjadi penyebab utama. Namun, kongesti di pelabuhan sebagai dampak dari rendahnya produtivitas pelepasan barang dari pelabuhan juga turut memicu kenaikan tariff.

Menurut Konsultan Drewry, spot rate Asia-West Coast pada awal tahun masih sekitar $4.000/FEU. Tetapi pada bulan September naik tiga kali lipat, menjadi $12.000/FEU.

Lonjakan freight rate telah memberikan yang luar biasa bagi shipping line. Hampir semua pelayaran container global mencatat rekor baik dari sisi pendapatan maupun keuntungan. Keuntungan mereka dalam satu tahun (2021) ekuivalen dengan keuntungan kumulatif mereka selama 10 tahun terakhir sebelum 2021.

Pada bulan Juli, Drewry memperkirakan total pendapatan kumulatif perusahaan pelayaran global pada 2021 mencapai $100 miliar, ternyata jauh lebih tinggi. Pada bulan Oktober, Drewry menaikkan perkiraannya menjadi $150 miliar dan pada bulan Desember menaikkan lagi perkiraannya menjadi $190 miliar.

China yang Tetap Perkasa

Selain kisah Ever Given di Suez, antrian kapal di pelabuhan-pelabuhan AS, serta freight tinggi yang menjadi pemicu keuntungan pelayaran, kisah yang tak kalah menarik tahun lalu adalah cerita dari Asia (kisah ekspor China yang tetap melonjak selama pandemi).

Barangkali tidak berlebihan jika dikatakan China muncul sebagai salah satu pemenang terbesar era Covid-19, karena permintaan ekspornya melonjak. China juga telah memetik manfaat besar dari dominasinya dalam industri kontener. Tercatat, dari 10 kontener baru yang diproduksi tahun lalu, delapan diproduksi di China.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Dominasi China tentu menjadi kisah yang menarik selama pandemi. Di samping karena menjadi negara asal Virus Corona, penutupan beberapa Pelabuhan di China pada bulan Juli-Agustus juga menjadi kisah lain. Pada bulan September, pabrik-pabrik China terganggu karena kekurangan listrik, dan antrian kapal kontainer di Shanghai dan Ningbo tumbuh lebih besar daripada di Los Angeles/Long Beach. Namun, masalah-masalah tersebut seolah tidak mempengaruhi ekspor China.