CMA Terminals – anak perusahaan raksasa pelayaran Prancis CMA CGM Group – baru saja terpilih sebagai operator Terminal Peti Kemas Beirut, Libanon. Dengan masa konsesi berdurasi 10 tahun terhitung mulai Maret 2022, CMA CGM Group akan lebih leluasa dalam pengembangan sayap bisnis logistiknya, terutama di wilayah Levant.
Sebagai tidak lanjut dari hal tersebut, CMA CGM berkomitmen untuk berinvestasi sebesar USD 33 juta, termasuk USD 19 juta untuk peningkatan infrastruktur termasuk perbaikan fasilitas, akuisisi, dan penggantian peralatan Pelabuhan dalam dua tahun pertama. Perusahaan juga berencana untuk membangun fasilitas pemeliharaan dan penyimpanan suku cadang baru serta meningkatkan operasi lingkungan dengan peralatan ramah lingkungan. CMA CGM juga berkomitmen untuk transformasi digital terminal.
Saat ini, kapasitas terpasang Terminal Peti Kemas Beirut 650.000 TEU per tahun. CMA CGM berencana menaikkannya menjadi dua kali lipat, atau sekitar 1,4 juta TEU/tahun.
“Sesuai dengan komitmen kami terhadap Libanon, kami akan segera meluncurkan rencana investasi ambisius yang akan mengubah terminal peti kemas pelabuhan Beirut menjadi fasilitas canggih yang memenuhi standar internasional terbaik,” ujar Rodolphe Saadé, selaku chairman dan CEO CMA CGM.
Saadé yang berdarah Prancis-Libanon, juga menekankan bahwa terminal peti kemas dan pelabuhan akan melayani rakyat Libanon dan akan membantu perdagangan antara Libanon dan masyarakat seluruh dunia.
Seperti halnya semua fasilitas di Pelabuhan yang merupakan Pelabuhan komersial terbesar di Libanon, terminal peti kemas juga mengalami kerusakan parah akibat ledakan yang berasal dari gudang terdekat pada Agustus 2020 lalu. Terminal peti kemas, yang mewakili 85% lalu lintas di pelabuhan tersebut, kembali beroperasi sekitar seminggu setelah ledakan terjadi.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Transportasi Libanon menyoroti bahwa masih ada 10 dari total16 cranes tetap bisa beroperasi. Pada November 2021, Libanon mengumumkan akan meluncurkan tender untuk pengoperasian terminal.
Menteri Pekerjaan Umum dan Transportasi Libanon Ali Hamie mengatakan bahwa CMA CGM menawarkan persyaratan yang paling menguntungkan sambil menyoroti kontribusi keuangan yang signifikan yang akan diberikan terminal tersebut kepada negara.
CMA CGM tercatat mulai hadir di Lebanon sejak 43 tahun yang lalu dan terus memiliki peran besar di wilayah tersebut. CMA CGM saat ini memiliki sembilan weekly call (kunjungan kapal mingguan) ke terminal tersebut dan menyumbang hampir 55% dari total throughput Terminal Peti Kemas Beirut. Pada tahun 2021 CMA CGM juga mengakuisisi terminal peti kemas di pelabuhan Tripoli, pelabuhan komersial kedua Libanon, dan juga beroperasi di pelabuhan Latakia.
Perwakilan CMA CGM mengungkapkan, “Kami terus berkomitmen untuk memainkan peran utama dalam membangun kembali ekonomi Libanon setelah serangkaian krisis yang mengguncang negara tersebut dalam beberapa tahun terakhir.”
Sebelumnya, CMA CGM telah menjanjikan investasi antara USD 400 dan USD 600 juta sebagai bagian dari komitmen Presiden Perancis Emmanuel Macron untuk membangun kembali pelabuhan dan kota setelah ledakan yang terjadi pada tahun 2020.
Memenangkan kontrak untuk mengelola, mengoperasikan, dan memelihara terminal peti kemas Pelabuhan Beirut yang dicatat CMA CGM juga merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mengembangkan bisnis terminalnya sambil mendukung pertumbuhan dan efisiensi jalur pelayarannya. Seperti kebanyakan operator peti kemas utama, CMA CGM bekerja untuk mengkonsolidasikan penawaran layanan end-to-end dan memperluas operasinya di seluruh rantai pasok dan logistik.

