Dengan tema ‘Harmony in Collaboration‘, Direktur Utama PT EPI, Imanuddin, bersama Direktur lainnya mengadakan Media Gathering PT Energi Pelabuhan Indonesia, di Jakarta, Jumat (25/2).
Salah satu anak usaha dari Pelindo Group yang bergerak di bidang utilitas energi di pelabuhan, PT Energi Pelabuhan Indonesia (PT EPI) mendukung pelabuhan yang ramah lingkungan dan terus mengkampanyekan Green Port.
Oleh karena itu PT EPI melakukan investasi untuk pelayanan listrik ke kapal atau yang dikenal dengan Shore Power Connection atau yang kita sebut dengan Shore To Ship (STS). STS ini dilengkapi dengan Converter Multi Frequency yang memiliki stabilizer tegangan, sehingga kualitas pasokan tenaga listrik dapat terjamin.
Penggunaan STS ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan energi berbahan dasar fosil serta mengurangi emisi gas buang di Kawasan Pelabuhan yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas udara maupun kualitas hidup pekerja dan masyarakat sekitar Pelabuhan.
“Layanan ini tetap menjadi komitmen kami untuk mendukung green port. STS ini akan meminimalkan polusi udara dari pembakaran bahan bakar mesin selama kapal berlabuh di pelabuhan. Ini meminimalkan kebisingan dari mesin kapal”, kata Direktur Utama PT EPI, Imanuddin, didampingi Direktur Operasi & Niaga, Ramaedi, dan Direktur Keuangan & SDM, Try Djunaidy saat acara Media Gathering PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI) bertema ‘Harmony in Collaboration‘, pada Jumat (25/2/2022).
Selain itu, menurut Imanuddin, STS ini akan menciptakan efisiensi biaya perusahaan pelayaran.

EPI sebenarnya sudah menjalankan sistem STS dalam memasok listrik ke kapal di pelabuhan (Tanjung Priok) sejak 2020. Pasokan pertama dilakukan pada 15 Oktober 2020.
Fasilitas STS dilengkapi dengan mobile converter yang dapat mengikuti lokasi sandar kapal. Desain ini dipilih karena menyesuaikan dengan kebutuhan kelistrikan di dalam kapal yang memiliki keragaman frekuensi listrik. Standar frekuensi listrik di Indonesia adalah 50Hz dan tegangan yang disalurkan secara umum 220V/380V.
Air bersih dan digitalisasi
Seiring dengan perkembangan bisnis, PT EPI juga mengembangkan bisnis pelayanan air bersih. Pengelolaan air bersih di Pelabuhan Tanjung Priok ini sebenarnya sudah berjalan empat bulan yang lalu (Oktober 2021).
Tehnisnya, dengan system Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), air laut dapat diolah menjadi air bersih. Selain itu, sistem ini juga mendukung upaya menjaga pengelolaan lingkungan. Jadi tidak menggunakan air tanah sebagai sumber air, sehingga diharapkan mengurangi intrusi air laut di Jakarta yang menjadi isu akhir-akhir ini.
“Kami menepis kalau ada yang bilang kualitas air bersih di Priok lebih jelek dari Singapura itu persepsi yang tidak tepat. Kami pastikan di sini bahwa air bersih di Priok masih lebih baik kualitasnya,” kata Imanuddin kepada wartawan berbagai media.
Lanjutnya, PT EPI menerapkan standar utama dalam pelayanan air bersih ke perkantoran dan kapal yang berkunjung di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Pemeriksaan kualitas air bersih secara rutin dilakukan setiap bulan oleh laboratorium independen terdaftar. Untuk memastikan air yang kami salurkan selalu memenuhi baku mutu kualitas air bersih”, katanya.
Sementara itu pada 26 Januari 2022, PT EPI telah meluncurkan aplikasi Customer Relationship Management (CRM) yang dapat memudahkan pelanggan untuk memeriksa transaksi dengan PT EPI. Hal ini sejalan dengan perkembangan digitalisasi perusahaan, dimana nantinya PT EPI akan menerapkan penggunaan teknologi di semua lini.
Sebagai info, PT Energi Pelabuhan Indonesia adalah anak usaha dari PT Pelindo Jasa Maritim (Grup PT Pelindo Persero) dan PT Haleyora Power, anak usaha PT PLN (Persero), yang mempunyai visi untuk menjadi perusahaan utilitas.

