China kembali membuktikan kemampuannya dalam industri galangan kapal, menyusul selesai dibangunnya kapal Ever Alot yang berkapasitas 24.000 TEUs. Ever Alot merupakan kapal terbesar pertama yang diproduksi galangan China. Kapal ini diserahterimakan pada Rabu kemarin, 22 Juni di Shanghai dan siap beroperasi untuk melayani rute Timur Jauh ke Eropa.
Sebagaimana diketahui, kapal terbesar yang saat ini mulai beroperasi adalah kapal dengan kapasitas 24.000 TEUs yang jumlahnya masih sedikit. Beberapa kapal dari kelas sejenis sudah mulai beroperasi sejak tahun lalu yang dibangun di galangan kapal Korea.
Kapal ini dirancang oleh Hudong-Zhonghua Shipbuilding (Group) Co., Ltd., anak perusahaan China State Shipbuilding Corporation.
Kapal ini memiliki panjang 399.99 meter atau 60 meter lebih panjang dari kapal induk terbesar saat ini, dengan lebar 61.5 meter. Total luas dek mencapai 24.000 meter persegi, atau setara dengan 3,5 kali luas lapangan sepak bola.
Dengan kompartemen kargo sedalam 33,2 meter, kapal ini mampu membawa 240.000 ton kargo yang dikemas dalam lebih dari 24.000 TEUs kontainer.
Kontainer dapat ditumpuk hingga ketinggian maksimum yang setara dengan bangunan 22 lantai.
Kapal ini juga memiliki desain hemat energi. Pembuat kapal telah mengadopsi teknologi optimasi hidrodinamik terbaru, memungkinkan kapal untuk membawa beban berat dengan kecepatan tinggi dengan konsumsi bahan bakar yang rendah.
Kapal ini nantinya akan melayani rute dari Timur Jauh ke Eropa setelah dioperasikan.
Hudong-Zhonghua sebelumnya telah membangun hampir 70 kapal kontainer dengan kapasitas di atas 8.000 TEU dan sedang mengerjakan total sembilan kapal kontainer ultra-besar 24.000 TEU, peringkat pertama di antara galangan kapal utama China.
Kemampuan Galangan China Terus Meningkat
Penyelesaian pembangunan Ever Alot merupakan bukti terus meningkatnya galangan kapal China yang didorong oleh terobosan teknologi.
Pada tahun 2021, output pembuatan kapal China terus mengalami peningkatan yang luar biasa. Ini bisa terlihat dari tiga indicator utama (pesanan baru, pesanan yang sudah ada, dan global market share). Tiga indikator ini semua mengalami pertumbuhan yakni 47,2% untuk pesanan baru, 53.8% untuk pesanan yang sudah ada, sementara market share tumbuh sebesar 47,6%. Sejak 2021, China juga menempati posisi teratas market share global.
Daya saing global perusahaan galangan kapal China juga semakin meningkat, dengan enam di antaranya naik ke 10 besar dunia dalam hal tiga indikator pangsa pasar utama.
Galangan-galangan China mampu memanfaatkan momentum, meskipun ada dampak COVID-19, yang telah memaksa penguncian dan tindakan pembatasan di pusat komersial Shanghai.
Kapal besar LNG, kapal induk, dan kapal pesiar besar dikenal sebagai tiga “mutiara” industri galangan kapal, dan China telah menguasai kemampuan untuk merancang dan membangun ketiga jenis tersebut.
Sebagai salah satu produsen pengangkut LNG skala besar terkemuka di dunia, China telah membangun dan mengirimkan lebih dari 30 kapal jenis ini.
Negara ini juga baru saja meluncurkan kapal induk ketiganya, Fujian, yang dinamai menurut provinsi pesisir tenggara Fujian. Ini adalah kapal induk pertama yang sepenuhnya dirancang dan dibangun oleh China.
Sementara itu, kapal pesiar besar pertama China, H1508, saat ini sedang dibangun oleh Shanghai Waigaoqiao Shipbuilding Company, pembuat kapal besar China lainnya.
Kapal pesiar sepanjang 323 meter yang dijadwalkan serah terima pada September 2023 itu akan menampung sekitar 5.200 penumpang dengan 2.125 kamar.

