Maersk mengumumkan telah kembali memesan enam kapal kontainer berbahan bakar metanol dari Hyundai Heavy Industries (HHI). Pesanan ini menambah total orderbook kapal bahan bakar ganda Maersk yang mampu berjalan dengan metanol menjadi 19. Kapal berkapasitas 17.000 TEU ini akan menggantikan tonase yang ada di armadanya dan akan selesai pada tahun 2025.
Ketika 19 kapal tersebut digabungkan dengan armada yang ada dan menggantikan tonase yang lebih tua, maka akan menurunkan emisi CO2 tahunan menjadi sekitar 2,3 juta ton.
Pesanan kapal tersebut semakin memperkuat komitmen Maersk dalam menjadikan metanol sebagai upaya mewujudkan pelayaran nol emisi, menyusul pesanan 8 kapal kontainer berkapasitas 16.000 TEU berbahan bakar metanol di HHI pada tahun 2021. Kapal-kapal tersebut akan dikirim mulai kuartal pertama 2024.
Maersk juga telah menandatangani setidaknya satu perjanjian pasokan bahan bakar metanol hijau dan bergabung dalam kemitraan untuk menciptakan pabrik e-metanol pertama di Asia Tenggara. Metanol menawarkan jalur dekarbonisasi lengkap terhadap industri maritim melalui penggunaan e-metanol, metanol yang dibuat menggunakan listrik terbarukan.
“Green methanol merupakan solusi bahan bakar hijau terukur terbaik untuk dekade ini, dan kami senang melihat beberapa pemilik kapal lain memilih upaya ini. Ini menambah momentum lebih lanjut untuk penskalaan cepat ketersediaan yang diperlukan untuk menurunkan premium pada metanol hijau dan mempercepat evolusi pengiriman netral iklim, ” ungkap Palle Laursen, Chief Fleet & Technical Officer di Maersk.
Kapal bertenaga metanol telah memasuki armada global, termasuk seri kapal tanker 50.000 DWT Proman Stena Bulk yang telah mewujudkan pengurangan emisi CO2 15% menggunakan metanol konvensional dibandingkan dengan bahan bakar berat.
“Dibandingkan dengan kemampuan bahan bakar konvensional, tambahan belanja modal (CAPEX) untuk kemampuan bahan bakar ganda metanol berada di kisaran 8-12%, yang merupakan peningkatan dibandingkan ketika Maersk memesan delapan kapal dengan teknologi yang sama tahun lalu,” ungkap Maersk.
Maersk juga mengungkapkan akan mempertahankan kapasitas armada minimal 4,3 juta TEU.
