Skip to content

Pelabuhan Rotterdam Melaporkan Penurunan Volume Peti Kemas Pada Kuartal Pertama

  • by

Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pada kuartal pertama tahun ini pelabuhan Rotterdam mengalami penurunan volume peti kemas sebesar 11,5% menjadi 3,2 juta TEUs. Penurunan ini sudah dimulai pada tahun 2022 karena penghapusan volume ke dan dari Rusia. Menurut pernyataan perwakilan pelabuhan, karena perang di Ukraina baru dimulai pada akhir Februari maka dampak terhadap volume pengiriman pada kuartal pertama tahun lalu masih terbatas.

Allard Castelein, CEO Otoritas Pelabuhan Rotterdam, berkomentar, “Seperti yang diprediksi sebelumnya, tahun 2023 dimulai dengan sedikit penurunan throughput. Khususnya pada segmen peti kemas, kami menghadapi penurunan volume karena inflasi tinggi dan ekonomi yang melemah. Hasil di segmen lain terutama menunjukkan pertumbuhan dan mengonfirmasi bahwa ketergantungan pada aliran energi Rusia telah semakin berkurang sejalan dengan sanksi. Untuk sisa tahun ini, kami perkirakan penurunan volume throughput yang terbatas karena ketidakpastian yang ditimbulkan oleh situasi geopolitik saat ini dan inflasi yang tinggi.”

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Selain itu, penurunan impor peti kemas dari Asia (-14,2% dalam TEUs) akibat permintaan barang fisik yang lebih rendah karena akumulasi stok dan inflasi juga tercermin dalam angka throughput. Kendati kinerja rantai meningkat kuat, namun belum ada transshipment yang ditemukan pada kuartal pertama. “Volume ini berpindah ke pelabuhan yang lebih kecil karena kemacetan selama pandemi,” kata pihak pelabuhan dalam pernyataannya.

Sementara itu, pelabuhan utama di Eropa ini melaporkan bahwa mereka menangani pengiriman 1,5% lebih sedikit dalam tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun 2022 dengan total 111,7 juta ton pengiriman yang telah ditangani. Penurunan ini terutama terkait dengan throughput peti kemas dan pengangkutan di segmen breakbulk (Roll-on/Roll-off dan kargo umum lainnya), sedangkan throughput di segmen produk minyak mineral, minyak mentah, LNG, bijih besi & skrap, agribulk dan batubara mengalami peningkatan.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Throughput curah cair meningkat sebesar 5,6% menjadi 54,3 juta ton, segmen curah kering menunjukkan sedikit pertumbuhan sebesar 0,2% menjadi 17,9 juta ton dan total throughput di segmen breakbulk (Roll-on/Roll-off dan kargo umum lainnya) menurun sebesar 6% menjadi 7,9 juta ton pada kuartal pertama 2023.