Skip to content

Samudera Indonesia Raih Rp 3,05 Triliun Pada Q1/2023

PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) membukukan pendapatan jasa USD 207,66 juta (Rp 3,05 Triliun) pada Q1/2023, turun 16,96% dari USD 250,09 juta (Rp 3,68 Triliun) pada periode yang sama tahun lalu.

Dalam laporan keuangan per akhir Maret 2023, Samudera mencatat peningkatan biaya jasa dari USD 149,86 juta (Rp 2,20 Triliun) menjadi USD 155,34 juta (Rp 2,28 Triliun). Sehingga laba bruto menyusut tajam dari USD 100,22 juta (Rp 1,47 Triliun) ke USD 52,31 juta (Rp 769,58 Miliar).

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Samudera Indonesia membukukan laba periode berjalan USD 42,02 juta (Rp 618,27 Miliar) pada Q1/2023, turun secara year-on-year, yang pada Q1/2022 meraih USD 88,93 juta. Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk USD 27,43 juta, anjlok 53% dari USD 58,39 juta.

Per 31 Maret 2023, total aset Samudera Indonesia sebanyak USD 1,23 miliar (Rp 18,09 Triliun) , naik dari 31 Desember 2022 yang berjumlah USD 1,15 miliar. Liabilitas naik dari US$ 506,93 juta menjadi US$ 538,67 juta.

Penambahan Armada

Disampaikan oleh Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tbk., Bani Maulana Mulia, perusahaan konsisten untuk menambah armada baru untuk mendukung kinerja operasional Perusahaan. Pada periode Januari hingga Juli 2023, pihaknya berencana akan merealisasikan penambahan 4 kapal peti kemas baru. Bani juga menambahkan saat ini pihaknya telah memesan kapal tanker, dan kapal curah baru.

“Untuk 2 kapal peti kemas yang sedang dibangun di Jepang masih dalam proses, rencananya akan diterima di akhir tahun 2023 dan awal 2024,” jelasnya dalam konferensi pers kinerja Q1/2023 secara virtual, Selasa (2/5).

Dilansir dari Kontan, sampai saat ini sudah ada 4 kapal peti kemas baru yang telah telah diluncurkan pada akhir tahun lalu.  

“Rencananya dari Januari hingga Juli ini 4 kapal baru tersebut akan diterima dan dioperasikan oleh Perusahaan. Sebagian sudah diterima dan sudah beroperasi. Ini adalah kapal peti kemas yang akan menambah fleet dan menjadi peremajaan bagi fleet SMDR,“ jelasnya.   

Selain kapal peti kemas, SMDR juga berencana untuk menambah kapal tanker pengangkut LPG yang saat ini masih dalam proses. Rencananya kapal tanker ini akan diterima pada Q2/2023 mendatang.  

Tidak hanya itu, Bani mengakui, SMDR akan membeli kapal curah yang juga masih dalam proses pembelian. Alasan dibelinya kapal curah untuk mendukung kebutuhan pelanggan pertambangan mineral demi memasok produknya ke smelter. 

 “Saat ini ada permintaan dari pelanggan untuk menambah kapasitas kapal curah. Kebanyakan untuk mendukung kegiatan smelter yang ada di Indonesia salah satunya nikel dan juga kami perusahaan mendukung pelanggan yang punya smelter di sektor mineral lain,” ujarnya. 

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Catatan: Kurs Pengali: USD 1 = Rp 14,715.90