Skip to content

Pelayaran Komersial di Laut Merah Mulai Dikawal Militer

Foto: Sotiris Raptis, Sekretaris Jendral Asosiasi Pelayaran Eropa ECSA.

Dewan Uni Eropa (UE) secara secara resmi meluncurkan operasi pertahanan keamanan maritim UE di Laut Merah pada Selasa, 20 Februari 2024, menyusul meningkatnya serangan terhadap pelayaran komersial di kawasan tersebut.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Operasi ASPIDES, demikian nama operasi tersebut, memiliki mandat pertahanan dan akan mendampingi serta melindungi kapal-kapal komersial di wilayah tersebut dari kemungkinan serangan di laut.

Asosiasi pelayaran Eropa – the European Community Shipowners’ Association (ESCA) – menyambut baik atas keputusan tersebut mengingat situasi di kawasan Laut merah yang tidak hanya beresiko bagi kapal tetapi juga bagi awak kapal.

“Kami menyambut baik atas keputusan Uni Eropa hari ini yang meluncurkan operasi keamanan maritim baru di Laut Merah. Meningkatnya situasi di kawasan ini menempatkan para pelaut dalam bahaya setiap hari dan semakin berdampak pada rantai pasok Eropa dan keamanan ekonomi secara keseluruhan,” kata Sotiris Raptis, Sekretaris Jenderal ECSA.

“Kehadiran Eropa di wilayah tersebut melalui pengerahan Operasi ASPIDES sangat penting untuk mengatasi risiko keamanan pelayaran komersial dan akan berkontribusi untuk menjaga keselamatan pelaut. Kami mendorong dan mendukung semua upaya terkoordinasi, termasuk upaya diplomatik, yang berkontribusi terhadap peredaan krisis di kawasan ini,” lanjut Sotiris.

Sotiris Laut Merah adalah jalur utama perdagangan Eropa dan konektivitas internasional UE. Melindungi rute pelayaran utama dan prinsip kebebasan navigasi internasional sangat penting untuk menjamin keamanan energi, pangan, dan rantai pasokan Eropa.

Pelayaran Komersial Dikawal Militer

Menyusul diluncurkannya operasi tersebut, pada hari yang sama (Selasa, 20 Februari) kapal-kapal komersial yang berlayar di Laut Merah mulai dikawal militer, termasuk kapal milik CMA CGM. Perusahaan pelayaran Perancis tersebut mengatakan pada hari pertama operasi tersebut efektif, kapal kontainer Jules Verne langsung mendapat pengawalan Angkatan Laut Perancis.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

“Setelah berkoordinasi dengan Angkatan Laut Prancis dan dikawal fregat Alsace, CMA CGM Jules Verne berlayar lewat Laut Merah tanpa insiden,” kata pihak CMA CGM sebagaimana dikutip Reuters.