Sebagai implementasi prinsip transparansi publik terkait aktivitas kepelabuhanan, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok terus berupaya untuk meningkatkan kerja sama dengan media massa, khususnya media massa yang memiliki concern yang tinggi dengan pemberitaan terkait sektor kepelabuhanan, shipping, dan logistic.
Sebagai sebuah badan usaha milik negara, implementasi prinsip transparansi publik merupakan sebuah keharusan sesuai dengan undang-undang keterbukaan informasi. Apalagi, di samping sebagai sebuah entitas bisnis, pelabuhan juga pada sisi lainnya merupakan sebuah sebuah fasilitas umum yang juga memiliki peran untuk memberikan pelayanan public.
Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok melakukan kegiatan Media Gathering pada Kamis-Jumat, 8-9 Agustus. Kegiatan dengan tema Diversity in Unity tersebut melibatkan puluhan media, baik media cetak, eletronik, serta media visual (televisi).
Semua top executive dari pihak managemen Pelindo Regional 2 Tanjung Priok juga ikut serta dalam kegiatan tersebut, termasuk Executive General Manager (EGM) Adi Sugiri, Senior Manager Komersial Chandra Irawan, Manager Komersial Gerry Guardiano, Supervisor Bidang Kehumasan M. Anwar, serta semua Tim Humas lainnya.
Di samping untuk mendukung prinsip keterbukaan informasi publik, Media Gathering ini juga merupakan bagian dari upaya Pelindo Regional 2 Tanjung Priok untuk membangun ecosystem dalam mendukung peningkatan perfromance.
Dalam kata sambutannya, Adi Sugiri menegaskan dalam upaya meningkatkan performance pelabuhan tersibuk di Indonesia ini, kolaborasi dengan semua stakeholder, termasuk dengan insan media, merupakan sebuah keniscayaan.
“Terimakasih, Kami apresiasi para stakeholders dan mitra termasuk teman-teman awak media yang telah berkontribusi positif dalam pemberitaan guna mendorong kemajuan pelabuhan Tanjung Priok selama ini,” kata Adi Sugiri.

Adi Sugiri juga menyampaikan rasa syukur lantaran pemberitaan media khususnya terhadap mendorong performance pelabuhan Tanjung Priok, saat ini menempati rating terbanyak di Pelindo Group.
Pelabuhan Tanjung Priok, merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia lantaran lebih dari 65% kegiatan perdagangan ekspor impor dan antar pulau (domestik) di handle melalui pelabuhan tersebut.
Adapun hinterland-nya, selain industri Jabodetabek juga meliputi Jawa Barat (Jabar).
“Kami akan terus melakukan sinergi dengan awak Media untuk membranding Pelindo, khusunya Pelabuhan Tanjung Priok. Apalagi, Pelindo kini menjelang tiga tahun merger (penggabungan),” ucap Adi Sugiri.
Capaian perbaikan kinerja pelabuhan Tanjung Priok, juga telah dirilis dalam The Container Port Performance Index (CPPI) 2023 oleh World Bank Group bersama S&P Global Market Intelligence, baru-baru ini.
Laporan itu menyebutkan, Pelabuhan Tanjung Priok kini mencapai posisi 23 peringkat global pelabuhan kontainer atau naik signifikan ketimbang pencapaian 2022 yang berada di peringkat 281. Pencapaian itu, selaligus memposisikan Pelabuhan Tanjung Priok, kini berada pada peringkat ketiga di kawasan ASEAN setelah Pelabuhan Tanjung Pelepas Malaysia dan Singapore.

