Skip to content

Semester 1, DP World Bukukan Pendapatan $9,33 Miliar, Naik 3,3%

Dubai Port World (DP World) – operator pelabuhan terbesar ke-5 global – membukukan pendapatan sebesar $9,335 miliar pada paruh pertama (semester 1) tahun 2024, naik 3,3% dibanding periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut didorong oleh menguatnya kinerja divisi pelabuhan dan terminalnya.

Dalam laporan interim yang di-release perusahaan tersebut awal bulan Agustus, total container throughput yang ditangani DP World secara global tumbuh 6,1%. Menggeliatnya volume kontener di pelabuhan-pelabuhan DP World seperti di Amerika, Eropa, Asia Pasifik, dan Jebel Ali menjadi penyumbang utama.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Kendati pendapatan meningkat, EBITDA DP World justru mengalami penurunan sebesar 4,3% menjadi $2,49 miliar. Hal ini dipicu oleh konflik yang terjadi di Laut Merah serta meningkatnya pengeluaran investasi dalam memperluas platform logistik yang dilakukan perusahaan yang berbasis di Dubai tersebut. Namun, meskipun menghadapi tantangan ini, margin EBITDA yang disesuaikan tetap berada di 26,8%.

DP World tetap optimis akan prospek bisnis global ke depannya, baik prospek jangka menengah maupun jangka panjang. Perusahaan juga berkomitmen untuk memberikan solusi rantai pasok terintegrasi kepada pemilik barang yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang berkelanjutan meskipun kondisi geopolitik dan ekonomi makro yang menantang.

Dikatakannya, momentum positif dari paruh pertama tahun 2024 memposisikan DP World untuk meningkatkan EBITDA yang disesuaikan pada paruh kedua tahun ini.

Chairman dan CEO DP World Group Sultan Ahmed Bin Sulayem mengatakan tahun 2024 ditandai oleh memburuknya lingkungan geopolitik dan gangguan pada rantai pasok global akibat krisis Laut Merah.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

“Meskipun menghadapi kondisi ekonomi makro yang menantang dan gangguan rantai pasok global, penekanan strategis kami pada kargo bermargin tinggi, solusi rantai pasokan menyeluruh yang komprehensif, dan manajemen biaya yang ketat sangat penting dalam mencapai kinerja keuangan ini,” katanya.