Hapag-Lloyd baru-baru ini menyelesaikan dua kontrak besar senilai $4 miliar untuk pembangunan 24 kapal kontainer baru yang akan dibangun di dua galangan kapal terkemuka di Tiongkok. Kapal-kapal ini akan dilengkapi dengan mesin berbahan bakar LNG dan dijadwalkan selesai dibangun dan siap masuk pasar pada tahun 2027-2028.
Dua belas kapal dengan kapasitas 9.000 TEU akan dibangun di Galangan New Times Shipbuilding dan 12 lainnya yang berkapasitas 17.000 TEU akan dibangun di Yangzijiang Shipbuilding.
Kapal-kapal ini dirancang dengan tingkat fleksibilitas tinggi agar bisa menjangkau pelabuhan-pelabuhan dengan karakter yang berbeda. Ukurannya yang lebih ramping dibanding kapal-kapal baru yang ultra besar memungkinnya untuk bisa masuk ke berbagai pelabuhan di belahan dunia.
Semua kapal yang dipesan akan dilengkapi dengan mesin ganda berbahan bakar LNG, yang memiliki emisi metana rendah. Hapag-Lloyd menegaskan, kapal-kapal ini suatu saat bisa beroperasi menggunakan biometana cair sebagai pengganti LNG fosil. Selain itu, kapal-kapal tersebut akan dibangun dengan teknologi “ammonia ready”, yang memungkinkannya untuk dikonversi ke bahan bakar nol karbon di masa yang akan datang, ketika teknologi tersebut sudah tersedia.
Hapag-Lloyd menyatakan bahwa kapal-kapal baru ini akan menggantikan kapal-kapal yang lebih tua di armada mereka, dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.
“Investasi ini adalah salah satu yang terbesar dalam sejarah Hapag-Lloyd dalam beberapa tahun terakhir, dan merupakan tonggak penting bagi perusahaan kami,” kata Rolf Habben Jansen, CEO Hapag-Lloyd AG, sebagaimana ditulis maritime-executive.com
“Dengan mengoperasikan armada kapal yang lebih efisien, posisi kami akan semakin kuat dan semakin kompetitif,” lanjutnya.
Sebagai bagian dari upaya keberlanjutannya, Hapag-Lloyd berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar sepertiga pada tahun 2030, dan mencapai emisi nol pada tahun 2045, sesuai dengan komitment Paris dalam membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius – ‘Paris 1.5-degree goal’.
Hapag-Lloyd, jelas Rolf Habben Jansen, berencana untuk terus meningkatkan efisiensi armadanya dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan beralih ke bahan bakar hijau begitu tersedia.

