Skip to content

Di Luar Era Covid, Tahun 2024 Paling Menguntungkan untuk Industri Pelayaran

Di luar era Covid (2020-2022), tahun 2024 merupakan tahun yang paling menguntungkan bagi industri perusahaan pelayaran kontener (liner) global. Sejak kuartal pertama (Q1 2024), keuntungan industri ini terus mengalami peningkatan, hingga mencapai puncaknya pada kuartal tiga (Q3 2024.

Pada Q3, menurut data Blue Alpha Capital yang dipimpin oleh John McCown, total keuntungan kumulatif liner global mencapai $26,8 miliar, naik 164% dbanding Q2 yang tercatat sebesar $10,2 miliar. Bahkan secara year-on-year, jika dibandingkan dengan Q3 2023, kenaikannya mengalami lonjakan fantastis, sebesar 856%, dari $2,8 miliar pada Q3 2023.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Bahkan laba bersih pada Q3 2024 hampir dua kali lipat dari total laba bersih setahun penuh pada 2023.

Menurut Blue Alpha Capital, laba sebesar itu dipicu oleh krisis pelayaran Laut Merah serta volume yang kuat dari hampir seluruh jalur perdagangan.

Analis di Linerlytica mencatat bahwa margin EBIT dari sembilan perusahaan pelayaran publik terbesar naik menjadi 33% dari 16% pada kuartal sebelumnya.

Blue Alpha Capital melihat trend kenaikan keuntungan tersebut masih berlanjut hingga Q4 2024, sehingga memberikan kutungan kumulatif yang cukup besar secara tahunan. Menurutnya, kendati ocean freight rate nampaknya sudah mencapai harga tertinggi di mana spot rate tidak bisa naik lebih tinggi lagi dan bahkan cendrung menurun, namun pelayaran tetap akan diuntungkan dengan kenaikan volume perdagangan yang terus meningkat hingga akhir tahun.

Kenaikan volume yang cukup tajam di beberapa pelabuhan global, khususnya Pelabuhan-pelabuhan di AS, merupakan indikator kunci, kata Blue Alpha Capital. Misalnya, volume kargo di dua pelabuhan teratas AS – Los Angeles dan Long Beach. Kedua Pelabuhan tersebut mencetak rekor volume teringgi sepanjang sejarah pada  Bulan Oktober.

“Volume yang kuat dan berkelanjutan ini kemungkinan akan terus berlanjut dalam beberapa bulan mendatang dengan belanja konsumen yang kuat, Tahun Baru Imlek yang lebih awal, kekhawatiran importir tentang masalah ketenagakerjaan Pantai Timur yang belum terselesaikan, dan kemungkinan tarif baru tahun depan yang dapat menaikkan biaya pengiriman,” kata Gene Seroka, Direktur Eksekutif Pelabuhan Los Angeles, sebagaimana dikutip splash247.com.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

Pialang Braemar mengamini kondisi tersebut dan mengatakan pasar saat ini tidak hanya didorong oleh permintaan, tetapi juga sejumlah inefisiensi mikro yang membuat pasar angkutan barang dan penyewaan tetap bergairah.