Skip to content

Kinerja ZIM Q3: Dari Rapor Merah ke Biru

ZIM Integrated Shipping Services membukukan laba bersih sebesar $1,3 miliar pada kuartal ketiga tahun 2024 (Q3), sebuah lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana perusahaan yang berbasis di Israel tersebut mengalami kerugian sebesar $2,2 miliar.

Dalam laporan terbarunya, ZIM menyampaikan total pendapatan sebesar $2,77 miliar, naik pesat dari $1,3 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sama seperti perusahaan pelayaran lainnya, kenaikan volume perdagangan serta peningkatan tarif angkutan (freight rate) sepanjang 2024, pasca-krisis di Laut Merah, menjadi faktor utama pendorong kinerja ini.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Selain itu, ZIM juga diuntungkan dengan bertambahnya armada yang dioperasikan setelah beberapa kapal baru, yang ramah lingkungan dan dilengkapi dengan mesin berbahan bakar ganda, mulai beroperasi.

Pendapatan sebelum pajak tercatat sebesar $1,53 miliar untuk kuartal yang berakhir pada 30 September 2024, naik signifikan dibandingkan dengan $214 juta pada periode yang sama tahun lalu. Laba operasi juga mencapai $1,24 miliar. Margin sebelum pajak dan margin operasi masing-masing tercatat sebesar 55% dan 45%, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan kenaikan laba yang signifikan ini, ZIM merevisi proyeksi pendapatan dan laba bersih untuk tahun 2024. Perusahaan memperkirakan pendapatan sebelum pajak akan berada di kisaran $3,3 miliar hingga $3,6 miliar, sementara laba operasi diperkirakan akan mencapai $2,15 miliar hingga $2,45 miliar.

Eli Glickman, Presiden dan CEO ZIM, menjelaskan bahwa kinerja keuangan yang kuat ini didorong oleh investasi pada kapal-kapal baru yang lebih besar serta keputusan strategis yang diambil di awal tahun terkait dengan perdagangan trans-Pasifik. Selain itu, keuntungan ZIM juga dipengaruhi oleh pengalihan jalur pelayaran dan durasi pelayaran yang lebih lama akibat gangguan buruh pelabuhan, kemacetan, serta masalah pengiriman melalui Terusan Suez dan Laut Merah.

“Kami akan menutup tahun ini dengan menyambut kedatangan empat kapal terakhir dari total 46 kapal kontainer baru yang kami pesan, di mana 28 di antaranya merupakan kapal bertenaga LNG,” kata Glickman.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

“Memasuki tahun 2025, kami akan mengoperasikan armada yang lebih efisien, sesuai dengan target pengurangan emisi, dan sangat cocok untuk perdagangan yang kami jalankan. Dengan biaya per unit yang semakin menurun, kami yakin ZIM berada dalam posisi yang baik untuk mencapai pertumbuhan yang menguntungkan dalam jangka panjang,” tambahnya.