Perusahaan pelayaran terbesar ke-4 global, COSCO, membukukan laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) sebesar $4,17 miliar selama kuartal ke-3 (Q3 2024), naik 250% YoY, dibanding Q3 2023. Laba bersih, sebagaimana dilaporkan Lloyd’s List, diperkirakan mencapai $3 miliar.
Tingginya laba selama kuartal ke-3 turut mendongkrak pelayaran BUMN China tersebut mencatat total kenaikan laba yang signifikan selama periode Januari-September 2024.
EBIT untuk sembilan bulan pertama tercatat sebesar $7,62 miliar, 63,7% YoY, sementara laba bersih sebesar $5,33 miliar, naik 72,7% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Menurut COSCO, pertumbuhan volume yang cukup tinggi dan merata pada hampir semua rute serta kenaikan freight rate yang dipicu konflik di Laut Merah berdampak pada kenaikan pendapatan pelayaran, termasuk COSCO.
Volume Orient Overseas Container Line (OOCL), salah satu anak perusahaan COSCO misalnya, naik 3,6% pada bulan Juli-September.
Lloyd’s List menambahkan, pada rute transpasifik, volume dan pendapatan OOCL melonjak masing-masing sebesar 15,6% dan 99,4%.

