Foto: Terminal IKT Branch Jakarta, Indonesia’s Gateway untuk expor impor otomotif, termasuk mobil BYD
Penjualan kendaraan listrik global BYD asal Tiongkok pada tahun 2024 diprediksi akan melampaui target dan bahkan menyalip beberapa produsen mobil ternama dunia, seperti Honda dan Ford. BYD, yang dikenal sebagai salah satu pemimpin dalam industri kendaraan listrik, telah menunjukkan kinerja luar biasa dengan ekspansi yang signifikan.
Kapasitas produksi BYD meningkat drastis. Jumlah rekrutan tenaga kerja dalam jumlah besar membuatnya menjadi prodesn mobil terbesar global. Pendapatan pun meningkat tajam, bahkan pada kuartal 3 (Q3), pendapatan BYD sudah melampau Tesla, raksasa kendaraan listrik asal Amerika Serikat.
Pasar Domestik Kuat, Market Share 17.1%
Salah satu faktor utama yang mendorong kesuksesan BYD adalah penjualan kuat di pasar domestiknya, Tiongkok. Perusahaan ini, sebagaimana dilaporkan Reuters, telah menjual sekitar 3,76 juta kendaraan pada 11 bulan pertama tahun ini, dengan penjualan November yang mencatatkan angka fantastis, yakni 506.804 unit.
Dengan model kendaraan yang semakin kompetitif, termasuk teknologi plug-in hybrid terbaru, BYD telah mengukuhkan posisinya di pasar global dan memastikan bahwa BYD berada di jalur yang tepat untuk melampaui target penjualan tahunan sebesar 4 juta unit pada tahun 2024.
Peningkatan penjualan ini juga didorong oleh subsidi tukar tambah kendaraan dari pemerintah Tiongkok, yang telah mencapai lebih dari 4 juta unit hingga pertengahan November. Tanpa subsidi tersebut, penjualan kendaraan mungkin tidak akan mengalami pertumbuhan yang signifikan, mengingat tantangan ekonomi yang dihadapi oleh pasar otomotif global.
Namun, subsidi ini telah memberikan dorongan bagi penjualan kendaraan di Tiongkok, yang tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Seiring dengan peningkatan penjualannya, pangsa pasar BYD di Tiongkok juga mengalami lonjakan yang signifikan. Pada November 2024, perusahaan ini berhasil mencapai pangsa pasar 17,1%, meningkat tajam dari 12,5% pada tahun 2023. Sebagai perbandingan, dua produsen mobil besar lainnya, Volkswagen dan dua usaha patungan di Tiongkok, SAIC serta FAW Group, memiliki pangsa pasar gabungan sebesar 11% pada periode yang sama.
Jika tren ini terus berlanjut, BYD berpotensi untuk menjual lebih dari 6 juta kendaraan pada tahun 2025, mendekati level penjualan produsen mobil besar seperti General Motors dan Stellantis.
Ekspansi dan Peningkatan Kapasitas Produksi
Pada tahun 2024, BYD terus melakukan ekspansi besar-besaran dalam kapasitas produksinya. Antara Agustus hingga Oktober, BYD menambah hampir 200.000 unit dalam kapasitas produksi dan mempekerjakan lebih dari 200.000 karyawan untuk mendukung pabrik mobil dan suku cadang BYD. Total jumlah karyawan BYD kini hampir mencapai satu juta orang, meningkat signifikan dari sekitar 703.500 pada akhir 2023.
Langkah-langkah ini menunjukkan upaya serius BYD dalam memperbesar skala operasionalnya, yang memungkinkan BYD untuk lebih efisien dalam pengendalian biaya dan memenangkan kompetisi harga yang sengit di pasar Tiongkok. Bahkan, untuk semakin menekan biaya produksi, BYD meminta pemasoknya untuk menurunkan harga komponen, yang semakin menguntungkan perusahaan dalam persaingan yang semakin ketat di pasar otomotif.
Keberhasilan BYD ini juga berdampak besar pada produsen mobil asing, yang menghadapi tantangan semakin besar di pasar Tiongkok. Contohnya, General Motors (GM) baru-baru ini mengumumkan akan menanggung biaya lebih dari $5 miliar untuk restrukturisasi dan penurunan nilai usaha patungannya di Tiongkok, yang kini mengalami kerugian dan penurunan penjualan. Hal ini menjadi sinyal kesulitan yang dihadapi produsen mobil asing dalam menghadapi dominasi produsen lokal seperti BYD.

