United States Maritime Alliance (USMX), sebuah asosiasi bidang maritim AS yang juga membawahi operator pelabuhan di negara tersebut merespons sikap presiden terpilih Donald Trump yang terkesan mendukung tuntutan serikat pekerja (ILA) yang menolak otomatisasi peralatan pelabuhan di AS.
Dalam pernyataanya setelah pertemuan ILA dengan Trump, USMX menyatakan apresiasi mereka terhadap keyakinan Presiden terpilih Trump mengenai pentingnya pelabuhan-pelabuhan Amerika. Namun, mereka menekankan bahwa kontrak serikat pekerja seharusnya mendukung konsumen dan bisnis Amerika melalui inovasi dan teknologi.
“Untuk mencapai hal ini, kami memerlukan teknologi modern yang terbukti dapat meningkatkan keselamatan pekerja, meningkatkan efisiensi pelabuhan, memperbesar kapasitas pelabuhan, dan memperkuat rantai pasok. Kompensasi anggota ILA meningkat seiring dengan semakin banyak barang yang mereka pindahkan – semakin besar kapasitas pelabuhan dan jumlah barang yang dipindahkan, semakin besar pula uang yang masuk ke kantong mereka,” ungkap USMX dalam pernyataannya.
Otomatisasi fasilitas dan peralatan pelabuhan merupaka salah satu isu utama dalam negosiasi antara serikat pekerja pelabuhan International Longshoremen’s Association (ILA) dan USMX.
Salah satu contoh ketegangan terkait otomatisasi adalah sistem gerbang otomatis Maersk di Mobile, Alabama, yang memicu kegagalan perundingan beberapa bulan lalu. Serikat pekerja menuduh otomatisasi peralatan melanggar kontrak (perjanjian kerja).
Setelah pemogokan ILA pada 1-3 Oktober, yang menutup 36 pelabuhan di Pantai Timur dan Teluk AS, perundingan berakhir dengan kesepakatan mengenai masalah upah dan kenaikan gaji signifikan bagi para pekerja pelabuhan. Namun, masalah otomatisasi ditunda hingga batas waktu 15 Januari 2025.
Pada hari Kamis, 12 Desember, 2024, Presiden terpilih Donald Trump bertemu dengan Presiden ILA Harold Daggett dan putranya, Dennis Daggett, yang merupakan Wakil Presiden Eksekutif ILA. Trump menyatakan dukungannya terhadap posisi serikat pekerja setelah pertemuan tersebut.
Harold Daggett menegaskan komitmennya untuk menentang otomatisasi dalam industri pelabuhan. Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menyatakan bahwa uang yang dihemat oleh perusahaan yang menggunakan otomatisasi “tidak sebanding dengan tekanan, kerugian, dan kerusakan yang ditimbulkannya bagi pekerja Amerika.” Trump juga menambahkan, “Perusahaan asing telah meraup banyak keuntungan di AS dengan memberi mereka akses ke pasar kita.”
Pertemuan Trump-Daggett berlangsung pada saat yang krusial, setelah negosiasi antara ILA dan pelabuhan gagal. Pada 11 November, ILA, yang merupakan serikat pekerja pelabuhan terbesar di Amerika Utara, dan USMX bertemu untuk membahas isu-isu seperti otomatisasi, tunjangan perawatan kesehatan, yurisdiksi kerja, dan royalti peti kemas. Namun, pada 13 November, negosiasi tersebut gagal karena ketidaksepakatan soal otomatisasi peralatan pelabuhan.
USMX merespons pada hari Kamis dengan sebuah pernyataan yang menyatakan apresiasi mereka terhadap keyakinan Presiden terpilih Trump mengenai pentingnya pelabuhan-pelabuhan Amerika. Namun, mereka menekankan bahwa kontrak serikat pekerja seharusnya mendukung konsumen dan bisnis Amerika melalui inovasi dan teknologi.
“Untuk mencapai hal ini, kami memerlukan teknologi modern yang terbukti dapat meningkatkan keselamatan pekerja, meningkatkan efisiensi pelabuhan, memperbesar kapasitas pelabuhan, dan memperkuat rantai pasok. Kompensasi anggota ILA meningkat seiring dengan semakin banyak barang yang mereka pindahkan – semakin besar kapasitas pelabuhan dan jumlah barang yang dipindahkan, semakin besar pula uang yang masuk ke kantong mereka,” ungkap pernyataan tersebut.
Pemogokan yang berlangsung lebih dari beberapa hari dapat merugikan ekonomi AS sebesar $5 hingga $7 miliar per minggu.
Charles van der Steene, Presiden Maersk untuk Amerika Utara, dalam wawancara CNBC yang dilakukan sebelum Trump memposting pernyataan tersebut, mengatakan bahwa Maersk “masih cukup berharap dan agak positif” bahwa kesepakatan antara ILA dan USMX dapat tercapai sebelum batas waktu 15 Januari, saat periode negosiasi kontrak berakhir dan pemogokan lain mungkin dimulai.

