Photo: Hudong-Zhonghua Shipbuilding di Shanghai, salah satu galangan andalan China yang mendukung negara tersebut menguasai 72% dari total pesanan selama 2024
Industri pengiriman kontainer berada di jalur pertumbuhan yang luar biasa, dengan buku pesanan yang mencapai rekor tertinggi, memberikan dampak besar bagi perdagangan maritim global. Menurut laporan BIMCO, pesanan kapal kontainer mencapai angka fantastis 8,3 juta TEUs pada akhir tahun 2024, melampaui rekor sebelumnya sebesar 7,8 juta TEUs yang tercatat pada awal 2023.
Menurut Kepala Analis Pengiriman BIMCO, Niels Rasmussen, kapal dengan kapasitas di atas 8 ribu TEU mendominasi pesanan, atau mencapai 92% dari kapasitas keseluruhan.
Galangan kapal Tiongkok menjadi menjadi yang paling diuntungkan dengan market share mencapai 72% dari total pesanan selama 2024. Sementara itu, galangan kapal Korea Selatan dan Jepang masing-masing menguasai pangsa pasar sebesar 22% dan 5%.
Menurut BIMCO, 99% dari pesanan tersebut diperkirakan akan selesai dibangun dan siap beroperasi pada periode 2025 hingga 2029. Puncak pengiriman diperkirakan akan terjadi pada 2027, dengan sekitar 2,2 juta TEU diperkirakan selesai pada tahun tersebut.
Namun, industri ini juga menghadapi tantangan besar dengan menurunnya usia armada. BIMCO melaporkan bahwa usia rata-rata kapal telah meningkat sebesar 1,4 tahun sejak awal 2020. Persentase kapal-kapal yang berusia 20 tahun atau lebih saat ini sekitar 11% dari total kapasitas yang ada.
Rasmussen menambahkan, “Gangguan di Laut Merah yang terus berlangsung dapat mempengaruhi pertumbuhan armada. Daur ulang kapal diperkirakan akan lebih rendah dari yang diharapkan, sehingga pertumbuhan armada tahunan rata-rata dalam lima tahun ke depan bisa lebih dari 3%.
Ekspansi pesat ini mengindikasikan adanya perubahan besar dalam komposisi armada, dengan kapal berukuran lebih besar semakin mendominasi. Kepemilikan perusahaan pelayaran besar (liner) diprediksi akan semakin besar, mengingat 79% dari kapasitas pesanan berasal dari liner. Saat ini, liner menguasai sekitar 61% dari total kapasitas global yang sedang beroperasi.

