Skip to content

APMT Ciptakan Pelabuhan Efisien dan Ramah Lingkungan melalui Pemangkasan Port Stay

Pada tahun 2025, APM Terminals (APMT), sister company Maersk Line, kembali menjadikan pemangkasan port stay sebagai fokus utama. Dalam pesan yang disampaikan terkait bisnis 2025 sebagaimana yang dipublikasikan di situs perusahaan, CEO APMT Keith Svendsen menekankan, efisiensi operasional melalui pemangkasan port stay di semua terminal yang dioperasikannya akan tetap menjadi prioritas utama.

Meski telah menjadi perhatian utama sejak tahun lalu dan sudah memberikan hasil yang nyata, namun hal tersebut kembali akan menjadi fokus utama APMT pada 2025. Bagi Svendsen dan APMT, pemangkasan port stay bukan hanya penting untuk menciptakan efisiensi operasional, tetapi juga memainkan peran kunci dalam pengurangan emisi karbon.

Get Free Latest Magazine by Join Our Weekly Newsletter:Click here to join free weekly newsletter

Sejalan dengan tujuan dekarbonisasi, APMT berkomitmen untuk terus mengurangi jejak karbonnya, seiring dengan langkah-langkah yang diambil untuk mengurangi emisi di seluruh industri.

Apalagi, APMT sudah lama dikenal sebagai yang terdepan dalam upaya dekarbonisasi di sektor ini. APMT adalah pionir yang menginisiasi kampanye elektrifikasi peralatan di terminal peti kemas. Pada tahun lalu, APMT juga memimpin pembentukan Zero Emissions Port Alliance (ZEPA), yang kini telah melibatkan 12 perusahaan, dengan tujuan mempercepat transisi industri menuju emisi nol.

Svendsen menyebut bahwa pencapaian dalam dekarbonisasi dan efisiensi operasional ini berkat kolaborasi dengan berbagai pihak, serta penerapan teknologi terbaru. “Keunggulan operasional, modernisasi terminal, dan penerapan teknologi adalah kombinasi yang mendasari kemajuan kami,” ujar Svendsen, menambahkan bahwa semua upaya ini membantu menciptakan koneksi yang lebih baik, perencanaan yang lebih efisien, dan pengurangan emisi yang signifikan.

TERMINAL PALING EFISIEN GLOBAL

APM Terminals juga mendapatkan pengakuan global atas efisiensinya. Berdasarkan Indeks Kinerja Pelabuhan Kontainer yang diterbitkan oleh Bank Dunia, perusahaan ini tercatat beroperasi di enam dari sepuluh pelabuhan kontainer paling efisien di dunia.

“Pencapaian ini bukan hanya hasil usaha kami, tetapi juga berkat kolaborasi dengan pelanggan dan mitra yang bekerja bersama untuk meningkatkan efisiensi dan tanggung jawab,” kata Svendsen menanggapi pengakuan tersebut.

Salah satu contoh kolaborasi yang dihasilkan adalah fleksibilitas layanan yang memanfaatkan jaringan rel rendah emisi untuk koneksi pedalaman, seperti di Gothenburg (Swedia), Mobile (AS), dan Pipavav (India).

Selain itu, layanan multi-moda yang baru di Pelabuhan Salalah (Oman) juga menawarkan solusi bagi pelanggan untuk mengubah rute mereka di sekitar Tanjung Harapan, memperlihatkan fleksibilitas dan proaktivitas dalam merespon kebutuhan yang berubah.

Melihat ke depan, Svendsen yakin pelanggan akan terus mengadaptasi rantai pasokan mereka, dan langkah proaktif akan tetap menjadi fokus utama APMT. “Menciptakan solusi bersama akan tetap menjadi kunci,” ujarnya. “Dengan pesanan terbesar yang pernah ada, banyak pelanggan kami yang ingin memodernisasi armada mereka agar tetap kompetitif.”

APMT telah menginvestasikan banyak sumber daya dalam meningkatkan infrastruktur di berbagai terminal, termasuk di Mumbai (India), Onne (Nigeria), Pier 400 (Los Angeles, AS), dan Maasvlakte II di Belanda. Di Maasvlakte II, APMT berencana untuk menggandakan kapasitas terminal pada tahun 2027 sebagai bagian dari persiapan untuk jaringan kerjasama Gemini, yang menghubungkan Asia dan Eropa.

DUKUNG PERTUMBUHAN BERKELANJUTAN

APM Terminals terus memperkuat posisinya sebagai mitra terminal pilihan dengan memperpanjang konsesi untuk Terminal Kontainer Aqaba di Yordania hingga 2046 dan memperbarui kontrak dengan Pelabuhan Santos di Brasil selama 20 tahun, yang meningkatkan kapasitas pelabuhan hingga 40% dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat setempat.

Svendsen menambahkan bahwa proyek terminal terbaru di Suape (Brasil), Rijeka (Kroasia), dan Haiphong (Vietnam) menggambarkan visi APMT untuk masa depan. Di Barcelona, APMT merayakan kedatangan kapal pengangkut baterai bertenaga listrik pertama sebagai bagian dari proyek percontohan elektrifikasi global senilai $60 juta.

“Terminal baru ini adalah contoh dari visi kami untuk industri ini: terminal yang bebas polusi, semi-otomatis, dan dirancang untuk menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Svendsen.
Selain berfokus pada efisiensi dan teknologi, APMT juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Perusahaan ini mendukung berbagai program sosial, seperti beasiswa di Nigeria, inisiatif perikanan di India, dan investasi dalam pengembangan talenta lokal di Bahrain.

Join Telegram Group Shipping & Logistics:

“Kami akan terus meningkatkan standar, memicu inovasi, melakukan dekarbonisasi, dan membuka peluang baru bagi perdagangan, kemajuan, dan kesejahteraan umat manusia,” tutup Svendsen.