Operator terminal petikemas terbesar global – PSA International – menangani 100,2 juta TEUs pada tahun 2024, total dari 66 terminal yang tersebar di 43 negara di seluruh dunia. Angka ini tumbuh 5,6% secara YoY dari 94.8 juta TEUs pada 2023 dan merupakan rekor baru serta untuk pertama kalinya menangani lebih dari 100 juta TEUs dalam setahun.
Di tengah tantangan global khususnya ketegangan geopolitik yang menyebabkan gangguan rantai pasok dan pengalihan besar-besaran dari salah satu jalur pelayaran utama global – Laut Merah – ke Tanjung Harapan, Afrika, terminal-terminal PSA Internasional di seluruh dunia, tetap menunjukkan pertumbuhan.
Mengomentari tersebut, Peter Voser, Group Chairman PSA, menyatakan tahun 2024 adalah tahun pemulihan ekonomi global yang terukur, meskipun dipengaruhi oleh konflik geopolitik, ketegangan perdagangan, pemilu nasional di beberapa negara, serta fluktuasi tekanan fiskal dan suku bunga.
“Meskipun banyak tantangan, kami sangat bangga dapat mencapai tonggak sejarah penting ini bagi Grup PSA,” kata Voser sebagaimana ditulis dalam web resmi perusahaan.
Di anatara 66 terminal milik operator ini, terminal/pelabuhan utama PSA di Singapura tetap menjadi kontributor terbesar, dengan kontribusi lebih dari 40% dari total. Pada tahun 2024, throughput Pelabuhan Singapura tercatat mencapai 40,9 juta TEUs, meningkat 5,5% YoY dari 38.8 juta TUEs pada 2023.
Pelabuhan hub terbesar global ini serta pelabuhan terbesar kedua setelah Shanghai, juga menciptakan rekor yakni pertama kalinya mencapai throughput lebih dari 40 juta TEUs setahun.
Tekanan yang dihadapi pelabuhan ini pada kuartal kedua 2024 tidak mempengaruhi kinerja tahunannya. Restrukturisasi jalur layanan yang mengarah pada transit melalui Tanjung Harapan menyebabkan penumpukan kapal dan lonjakan volume kargo dari pengirim yang berusaha menghindari peak season.
Hal ini menyebabkan waiting time yang lama, mencapai hingga tujuh hari. Untuk mengatasi masalah ini, PSA saat itu mengaktifkan kembali beberapa berth yang sebelumnya tidak digunakan dan mempercepat penyelesaian berth baru di Terminal Tuas.
Di luar Singapura, terminal internasional PSA juga mencatatkan performa positif, dengan total 59,2 juta TEU yang ditangani, meningkat 5,7% dibandingkan tahun sebelumnya.
Ong Kim Pong, CEO Grup PSA, menambahkan inovasi dan kolaborasi tim PSA telah memungkinkan operator tersebut berada pada pencapaian yang luar biasa ini, dengan menangani lebih dari 100 juta TEU peti kemas dalam satu tahun. “Ini adalah bukti komitmen kami terhadap kualitas layanan dan efisiensi operasi,” katanya.
Meskipun PSA mencapai hasil luar biasa pada 2024, tantangan global diperkirakan akan terus berlanjut. Peter Voser mengungkapkan, “Kami memprediksi ketidakpastian ekonomi yang lebih lanjut di masa depan. Namun, di seluruh portofolio PSA, dari pelabuhan, solusi rantai pasok, bisnis kelautan, hingga digital, kami akan terus bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan perdagangan global.”

